RUU Ketahanan Keluarga Mengatur Kewajiban Suami dan Istri

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 20 Februari 2020 09:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 20 337 2171268 ruu-ketahanan-keluarga-mengatur-kewajiban-suami-dan-istri-SDeO7yhXbM.jpg Ilustrasi suami dan istri. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga mengatur tentang kewajiban suami dan istri di dalam sebuah keluarga.

Sebagaimana tertulis dalam Pasal 25 Ayat (2) terdapat empat kewajiban suami. Di antaranya menjaga keutuhan dan bertanggung jawab.

Berikut kewajiban suami dalam RUU Ketahanan Keluarga:

A. Sebagai kepala Keluarga yang bertanggung jawab untuk menjaga keutuhan dan kesejahteraan keluarga, memberikan keperluan hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuannya, dan bertanggung jawab atas legalitas kependudukan keluarga;

B. Melindungi keluarga dari diskriminasi, kekejaman, kejahatan, penganiayaan, eksploitasi, penyimpangan seksual, dan penelantaran;

C. Melindungi diri dan keluarga dari perjudian, pornografi, pergaulan dan seks bebas, serta penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya;

D. Melakukan musyawarah dengan seluruh anggota keluarga dalam menangani permasalahan keluarga.

Tidak hanya itu, dalam pasal yang sama juga mengatur kewajiban istri. Mulai urusan rumah tangga hingga memperlakukan suami dan anak secara baik.

Berikut kewajiban istri di dalam RUU Ketahanan Keluarga:

A. Wajib mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya;

B. Menjaga keutuhan keluarga;

C. Memperlakukan suami dan anak secara baik, serta memenuhi hak-hak suami dan anak sesuai norma agama, etika sosial, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu salah satu pengusul RUU Ketahanan Keluarga, Sodik Mudjahid, mengatakan saat ini rancangan tersebut sedang dibahas di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. Ia menerangkan, undang-undang tersebut diharapkan nantinya dapat menguatkan mutu keluarga menjadi berkualitas.

"Semua etika moral perilaku dimulai dari keluarga. Kita harus menguatkan keluarga. Menguatkan mutu keluarga berkualitas, termasuk melindungi keluarga dari hal-hal semacam itu," ujarnya.

Sekadar diketahui, Rancangan Undang-Undang Ketahanan Keluarga merupakan usulan DPR. Mereka yang mengusulkan adalah anggota DPR dari Fraksi PKS Netty Prasetiyani dan Ledia Hanifa; Endang Maria Astuti dari Fraksi Partai Golkar, Sodik Mudjahid dari Fraksi Partai Gerindra, serta Ali Taher dari Fraksi PAN.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini