nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Manfaatkan Isu Korona, Polisi Tangkap Penipu Modus Jual Masker via Online

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 08:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 20 337 2171212 manfaatkan-isu-korona-polisi-tangkap-penipu-modus-jual-masker-via-online-nG1r8sxitg.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polisi menangkap seorang pelaku penipuan dengan modus penjualan masker melalui media sosial (medsos). Tersangka melakukan tindak kejahatan penipuan ini, karena banyaknya permintaan masker akibat mewabahnya virus korona di luar negeri.

"Satreskim Polres Trenggalek bersama tim reaksi cepat Jalu Crime Squad (JCS), menangkap pelaku penipuan dengan modus jual beli secara online,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak kepada Okezone, di Jakarta, Rabu 19 Februari 2020.

Polisi berhasil menciduk tersangka wanita berinisial NL (25). Pelaku memanfaatkan meningkatnya kebutuhan masker dampak virus korona, untuk mencari keuntungan.

Calvijn menuturkan, melalui media sosial facebook, pelaku berinisial NL mengaku menjual masker dengan jumlah cukup banyak. Belakangan diketahui, pelaku sama sekali tidak memiliki masker seperti yang ditawarkannya.

"Pelaku memanfaatkan situasi, banyaknya permintaan masker akibat dampak virus korona di yang terjadi di luar negeri,” sambung Calvijn.

Pengungkapan kasus ini berawal, atas laporan korban yang dirugikan oleh pelaku mencapai sekitar Rp11 juta lebih. Awalnya, korban mengetahui salah satu akun di media sosial facebook menawarkan masker dan dia pun tertarik membeli.

Dalam akun pelaku, tertera foto aneka masker berbagai merek dan jenis, harga, serta nomor telepon pelaku yang bisa dihubungi. Dalam keterangan di media sosial juga tertera, mampu menyediakan masker dalam jumlah banyak.

“Korban merasa tertarik dengan masker yang ditawarkan pelaku, ditambah iming-iming gratis 1 boks setiap pembelian per 20 boks,” tuturnya.

Orang Pakai Masker

Kemudian komunikasi antara korban dan pelaku berlanjut ke aplikasi percakapan telepon genggam, hingga akhirnya korban memesan masker sebanyak 400 kotak. Disepakati, harga total yang dipesan oleh korban sebesar Rp24 juta.

Dalam satu kotak berisi sekitar 50 lembar masker. Untuk kesepakatan awal, korban diminta transfer uang muka sebagai tanda jadi ke nomor rekening pribadi atas nama pelaku, dan korban menyanggupi transfer sebesar Rp11 juta lebih.

“Sebelum barang dikirim, pelaku meminta korban agar transfer separuh dari harga total, sebagai pengikat tanda jadi sebesar Rp11,4 juta,”papar dia.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku baru pertama kali ini melakukan tindak kejahatan penipuan jual beli secara online tersebut. Pelaku sengaja memanfaatkan situasi dampak virus korona lantaran kebutuhan masker meningkat tajam.

Rencananya, korban akan mengirim masker yang dipesan kepada pelaku, ke luar negeri yang banyak membutuhkan masker seperti Hong Kong, Taiwan, serta Singapura.

“Rencananya masker yang dibeli korban akan dikirim ke luar negeri,karena kebutuhan masker meningkat,” jelasnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa sejumlah barang milik pelaku yang dibeli dari hasil kejahatan, serta sejumlah uang tunai hasil transaksi senilai Rp8 juta lebih.

Polisi juga menyita sejumlah tangkapan layar (screenshot) percakapan antara korban dan pelaku yang berisi transaksi jual-beli, serta bukti transfer. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan hukuman paling lama 6 tahun kurungan penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini