nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Singgung Formula E, Megawati: Monas Itu Cagar Budaya

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 18:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 19 337 2171017 singgung-formula-e-megawati-monas-itu-cagar-budaya-vfV087CiAs.jpg Megawati Soekarno Putri Terima Gelar Doktor (Foto: Okezone/Fakhri)

JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung kawasan Monas yang diperuntukkan Pemprov DKI Jakarta sebagai rute balapan Formula E pada 6 Juni 2020 mendatang.

Menurut dia, kawasan Monas merupakan cagar budaya yang tidak boleh dipergunakan untuk apapun termaksud ajang balapan mobil listrik.

"Monas itu di dalam keputusan peraturan itu adalah cagar budaya, tapi jangan pula saya dibentur-benturkan sama Pak Anies. Tapi saya hanya ngomong Monas itu adalah sudah pasti peraturannya cagar budaya," kata Megawati saat pidato pengumuman calon kepala daerah yang diusung PDIP pada gelombang pertama di Pilkada serentak 2020 di DPP PDIP, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

"Apa artinya, tidak boleh dipergunakan untuk apapun juga," tambah dia.

Megawati turut menyinggung kediamannya yang berada di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat yang juga masuk dalam kawasan cagar budaya. Ia mengatakan harus mendapat izin dari pemerintah bila ingin merenovasi rumah tersebut.

"Rumah saya TU (Teuku Umar-red) itu masuk dalam cagar budaya DKI. Itu saya kalau betulin, mesti minta izin, karena ada hal-hal yang tidak ada di dalam arsitektur rumah yang lain," ujarnya.

Megawati

Baca Juga: Pemprov DKI Tegaskan Balapan Formula E Tetap Digelar di Monas

Megawati pun merasa heran Pemprov DKI ngotot menggelar penyelenggaraan balapan Formula E di kawasan Monas.

"Ini heran deh, kenapa ya, aneh buat saya. Tapi kalau di dalam peraturan, yang memang ada aturannya jangan coba langgar. Seperti DKI susah-susah, saya inget banget bapak saya (Soekarno) bangun Monas," imbuhnya.

Megawati pun mengenang sosok ayahnya yang juga Presiden pertama Indonesia yang berjuang untuk membangun Monas. Kala itu, lanjut dia, Bung Karno sampai mencari uang sendiri agar proyek Monas bisa rampung dikerjakan.

"Beliau bilang, saya masih ingat karena saya dengar, kalau Monas ini belum tentu pemerintahan akan datang akan melanjutkan. Karena itu, kan dulu 'wah proyek mercusuar bla bla bla', tapi kalau sekarang kan jadi kebanggaan nasional. Dan beliau bilang, kalau Istiqlal terserah, umat Islam pasti menyelesaikannya. Itu (baru) visioner, pikiran yang visioner," tuturnya.

Presiden kelima Indonesia itu menegaskan bahwa sebagai seorang putri Bung Karno, dirinya mempunyai kewajiban untuk membela salah satu proklamator Indonesia itu. "Bu Mega oh belain bapaknya, ya terang lah. Masak anak enggak bela bapaknya, tapi kenyataannya begitu," lanjutnya.

Ia pun menyayangkan bila penyelenggaraan Formula E dilakukan di kawasan Monas. Ia menilai, ajang Formula E bisa digelar di tempat lain.

"Nah Gubernur DKI ini tahu apa tidak, kenapa sih bikin Formula E itu harus di situ, kenapa sih enggak di tempat lain, kan peraturan itu ya peraturan. Kalian juga mesti tahu jangan melanggar aturan," tukas Megawati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini