nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Independen Ungkap Penyebab Kesimpangsiuran Data Kedatangan Harun Masiku

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 15:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 19 337 2170916 tim-independen-ungkap-penyebab-kesimpangsiuran-data-kedatangan-harun-masiku-BdYo0mhfzi.jpg Tim gabungan independen pemeriksa kesimpangsiuran data perlintasan kedatangan buron Harun Masiku rilis hasil investigasi di Kemenkumham, Jakarta, Rabu (19/2/2020). (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Sebagaimana diketahui, Harun Masiku yang sedang diburu KPK pergi ke Singapura menggunakan maskapai Garuda Indonesia pada 6 Januari 2020 dan kembali melalui Bandara Soetta, pada 7 Januari 2020 menggunakan Batik Air. Namun, pihak Kemenkumham baru mengumumkan kedatangan Harun Masiku pada 22 Januari 2020 atau 15 hari setelah kepulangannya.

Harun Masiku tercatat di perlintasan Imigrasi sudah berada di luar negeri sejak Senin, 6 Januari 2020. Harun pergi ke Singapura bertepatan dua hari sebelum KPK melakukan OTT terhadap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. KPK menangkap Wahyu Setiawan bersama tujuh orang lainnya pada Rabu, 8 Januari 2020.

Imigrasi memastikan belum ada data perlintasan Harun kembali ke Indonesia dari Singapura pada 13 Januari 2020. Setelah beredar rekaman CCTV terkait keberadaan Harun Masiku di Bandara Soetta, tak lama Imigrasi membenarkan bahwa Harun sudah berada di Indonesia.

Kesimpangsiuran data perlintasan Harun Masiku itu berdampak pada pencopotan jabatan Ronny Sompie sebagai Dirjen Imigrasi. Kemenkumham langsung membentuk tim gabungan independen untuk mengungkap kesimpangsiuran informasi dan data kepulangan Harun Masiku tersebut.

Harun Masiku  (Foto : KPU)

Harun Masiku merupakan mantan caleg PDIP yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR. Ia lolos dalam OTT KPK pada 8-9 Januari 2020.

Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Ketiganya adalah mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE), mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) serta pihak swasta, Saeful (SAE).

Baca Juga : KPK Telusuri Aliran Suap PAW Anggota DPR ke Keluarga Wahyu Setiawan

Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sementara Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Baca Juga : KPK Panggil Keluarga Wahyu Setiawan Terkait Suap PAW Anggota DPR

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini