Mahfud MD Janji Tindak Lanjuti Peristiwa Paniai

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 19 Februari 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 19 337 2170878 mahfud-md-janji-tindak-lanjuti-peristiwa-paniai-xtBDelUUcv.jpg Menko Polhukam Mahfud MD di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2/2020). (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berjanji menindaklanjuti keputusan Komnas HAM yang menetapkan peristiwa Paniai sebagai pelanggaran HAM berat.

Namun, tindak lanjut tersebut akan dilakukan apabila dirinya sudah menerima laporan resmi dari Komnas HAM.

"Oleh sebab itu kalau sudah masuk nanti kita akan follow up. Nah follow up itu artinya dipelajari apakah bisa diteruskan ke tahap berikut atau harus dilengkapi dengan apa dulu. Nanti kita lihatlah," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Mahfud menjamin akan menindaklanjuti hal itu. Tindak lanjut juga akan dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat dapat memantaunya. Menurut dia itulah cara hidup di dalam negara demokrasi.

"Sudah pastilah. Saya jaminanlah bahwa itu akan di-follow up. Itu terbuka saja follow up-nya. Tidak akan diam-diam gitu. Kalau ada kesulitan di mana masalahnya nanti masyarakat juga harus tahu. Nah itu cara hidup bernegara yang demokratis," ucapnya.

Sekadar informasi, Komnas HAM telah memutuskan peristiwa Paniai pada 2014 sebagai pelanggaran HAM berat. Atas kasus ini, sebanyak empat orang warga sipil tewas akibat luka tembak dan luka tusuk. Sementara 21 lainnya mengalami luka penganiayaan.

Moeldoko Merapat ke Istana

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko membantah peristiwa Paniai pada 2014 adalah pelanggaran HAM berat. Ia meminta kasus tersebut dilihat secara utuh dan benar.

"Perlu dilihatlah yang benar. Paniai itu sebuah kejadian yang tiba-tiba. Harus dilihat dengan baik itu karena tidak ada kejadian terstruktur, sistematis. Enggak ada," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 17 Februari 2020.


Baca Juga : Tragedi Paniai Termasuk Pelanggaran HAM Berat, Moeldoko: Perlu Dilihat dengan Benar

Mantan Panglima TNI itu menegaskan, tidak ada perintah dari atasan kepada prajurit saat peristiwa itu terjadi. Ia meminta pihak-pihak terkait melihat kasus ini dengan cermat.

"Tidak ada perintah dari atas. Tidak ada. Tidak ada kebijakan yang melakukan hal seperti itu. Tidak ada. Jadi supaya dilihatnya dengan cermat jangan sampai nanti membuat kesimpulan yang tidak tepat," tutur Moeldoko.


Baca Juga : Mahfud MD Belum Terima Surat Komnas HAM Terkait Kasus Paniai

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini