nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Haris Azhar Ditantang Datang Lagi ke KPK Laporkan Persembunyian Nurhadi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 12:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 19 337 2170771 haris-azhar-ditantang-untuk-datang-lagi-ke-kpk-laporkan-persembunyian-nurhadi-DumEtAvf5c.jpg Haris Azhar saat datang ke Gedung KPK untuk menyampaikan soal informasi persembunyian Nurhadi, Selasa 18 Februari 2020. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri menantang Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar untuk kembali datang ke Gedung KPK. Haris diminta menyampaikan informasi rinci terkait keberadaan buronan korupsi, Nurhadi Cs.

"Kami berharap Haris Azhar bisa membeberkan secara terbuka, datang lagi ke KPK. Sampaikan di mana tempatnya (persembunyian Nurhadi), siapa yang melakukan penjagaan. Sehingga tidak jadi polemik," kata Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (19/2/2020).

Tak hanya itu, Ali juga menjelaskan soal langkah KPK yang menetapkan Nurhadi Cs sebagi buronan. Langkah yang diambil KPK disebutnya sudah sesuai koridor hukum. Pernyataan ini menanggapi Haris yang menuding bahwa penetapan DPO KPK hanya formalitas.

"Kemudian kami perlu juga sampaikan bahwa penetapan DPO, sudah melalui prosedur hukum yang kami lakukan di KPK dari mulai pemanggilan hingga seterusnya. sampai bantuan penangakapan dan DPO. Jadi bukan apa yang disampaikan oleh Haris Azhar tadi hanya formalitas belaka begitu itu ya, tetapi sudah ada prosedur yang dilakukan," kata Ali.

Sebelumnya diberitakan, Haris Azhar mengaku mendapatkan informasi bahwa Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiono bersembunyi di salah satu apartemen mewah daerah Jakarta. Nurhadi dan Rezky disbutnya mendapat pengamanan super ketat di apartemen tersebut.

Haris Azhar.

"Kalau informasi yang saya coba kumpulkan, maksudnya bukan informasi yang resmi dikeluarkan KPK ya, KPK sendiri tahu bahwa Nurhadi dan menantunya itu ada di mana. Di tempat tinggalnya di salah satu apartemen mewah di Jakarta," kata Haris, Selasa 19 Februari 2020.

Nurhadi dan Rezky Herbiono merupakan buronan KPK. KPK telah meminta bantuan Polri untuk memasukkan tiga nama tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016 kedalam DPO. Ketiganya yakni Nurhadi, Rezky Herbiono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto.

Baca juga: Haris Azhar Sebut Nurhadi Ada di Apartemen dengan Pengamanan Super Ketat

Nurhadi, Rezky, dan Hiendra tercatat sudah tiga kali mangkir alias tidak menghadiri panggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya mangkir setelah dipanggil secara patut baik sebagai saksi maupun tersangka. KPK kemudian mengambil langkah tegas terhadap ketiganya menetapkan sebagai buronan.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Hal itu terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Nurhadi dan Rezky disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsidair Pasal 11 dan atau Pasal 12B Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini