nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak-Anak WNI Eks ISIS Perlu Penanganan Khusus Setelah Dipulangkan

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 19 Februari 2020 06:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 19 337 2170626 anak-anak-wni-eks-isis-perlu-penanganan-khusus-setelah-dipulangkan-WeBI2QV7jc.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Pengamat Terorisme, Zaki Mubarak meminta kinerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ditingkatkan.

Permintaan itu diutarakan sebelum pemerintah memutuskan memulangkan anak-anak berkewarganegaraan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS ke Tanah Air. Sebab, BNPT merupakan lembaga yang paling bertanggungjawab dalam mengasuh mereka saat tiba di Indonesia.

"Jangan sampai anak-anak itu yang lalu dikorbankan karena kinerja BNPT yang tidak optimal. Justru itu tantangan bagi BNPT untuk secepat mungkin meningkatkan kapasitasnya, memperbaiki kelembagaannya, dan memperkuat keterampilan tenaga-tenaga ahlinya," kata Zaki kepada Okezone, Rabu (19/2/2020).

Menurut dia, dalam menangani anak-anak di bawah umur yang sudah terpapar paham radikal, maka harus ada sebuah perlakuan khusus ketimbang orang dewasa.

"Apalagi untuk menangani mereka yang dalam usia anak-anak, perlu treatment khusus. BNPT mungkin saja masih minim pengalaman menangani kategori usia anak-anak ini, karenanya perlu belajar dari keberhasilan beberapa negara lain yang telah mempunyai pengalaman panjang," ujarnya.

Baca Juga: Seloroh Mahfud MD Terkait Cara Pemulangan Anak-Anak WNI Eks ISIS

Ia berharap negara segera melakukan pendataan jumlah pasti anak-anak di sana. Pasalnya, jalan hidup mereka masih cukup panjang, sehingga pemerintah harus bertanggungjawab untuk memulangkan para tunas bangsa itu kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Tidak bisa dibenarkan bahwa karena takut mereka masih radikal, maka tidak boleh pulang. Justru tugas dan kewajiban negaralah untuk mendidik kembali mereka sehingga tidak terkontaminasi lagi paham atau ideologi ekstrim itu," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengungkapkan bahwa Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) akan memutuskan nasib dari WNI eks ISIS pada bulan Mei atau Juni 2020.

"Mungkin bulan Mei atau Juni itu mudah-mudahan Presidennya ada waktu juga, kalau dari pengalaman saya," kata Ngabalin dalam sebuah diskusi bertajuk 'Menimbang Kombatan ISIS Pulang', Minggu 9 Februari 2020.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini