nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Telusuri Aliran Suap PAW Anggota DPR ke Keluarga Wahyu Setiawan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 00:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 19 337 2170592 kpk-telusuri-aliran-suap-paw-anggota-dpr-ke-keluarga-wahyu-setiawan-CBK0z4vSQ6.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan aliran suap terkait penetapan Anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW) ke salah satu anggota keluarga mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. Anggota keluarga Wahyu yang ditelusuri dugaan aliran suap itu yakni, Ika Indrayani.

Ika Indrayani diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Wahyu Setiawan. KPK mencecar Ida soal dugaan aliran uang yang masuk ke rekeningnya. Uang itu diduga suap terkait penetapan anggota DPR PAW dari Wahyu Setiawan.

"Ika Indrayani diperiksa sebagai saksi untuk tersangka WS, penyidik mendalami keterangan saksi mengenai adanya dugaan aliran uang yang masuk ke rekening bank milik saksi atas perintah tersangka WS," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020).

Sebelumnya, Wahyu Setiawan telah mengembalikan uang hasil suap senilai 15.000 dollar Singapura atau sekira Rp154 Juta ke KPK. Kuasa hukum Wahyu mengklaim bahwa kliennya hanya menerima Rp154 Juta dan telah mengembalikan seluruhnya ke KPK.

KPK telah menerima pengembalian uang senilai Rp154 Juta dari Wahyu Setiawan. Kendati begitu, Ali meminta agar kuasa hukum Wahyu Setiawan tidak menyimpulkan uang diterima kliennya hanya senilai Rp154 Juta. Sebab, KPK sedang mendalami aliran-aliran suap itu.

"Mengenai jumlah seluruh uang yang diterima tersangka, penyidik akan terus menggali dari alat bukti yang ada termasuk dari keterangan saksi-saksi. Jadi terlalu dini jika saat ini PH tersangka WSE menyatakan bahwa uang yang diterimanya hanya SGD 15.000," ujarnya.

Sekadar informasi, dalam konstruksi perkara yang pernah dibeberkan KPK, Wahyu disebut telah menerima uang Rp200 juta dari mantan anggota Bawaslu yang juga orang kepercayaannya Agustiani Tio Fridelina di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Uang itu bagian dari Rp400 juta yang diterima Agustiani Tio dari kader PDIP Saeful Bahri dan kuasa hukum PDIP Donny Tri Istiqomah.

KPK sendiri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI. Empat tersangka tersebut yakni, mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE), mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Kemudian, Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Namun, saat ini KPK baru menahan Wahyu Setiawan, Saeful, dan Agustiani Tio Fridelina. Sedangkan Harun Masiku, saat ini masih diburu oleh KPK. KPK sudah mendaftarkan Harun Masiku ke Polri sebagai buronan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini