Rapat dengan DPR, Kepala BPIP Dicecar soal Viral "Agama Musuh Pancasila"

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 18 Februari 2020 23:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 18 337 2170587 rapat-dengan-dpr-kepala-bpip-dicecar-soal-viral-agama-musuh-pancasila-qjCpo6x8Mo.jpg RDP BPIP dengan Komisi II DPR (Foto: Okezone/Harits)

JAKARTA - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, dicecar pertanyaan mengenai pernyataannya yang viral. Pernyataan dia soal agama adalah musuh terbesar Pancasila jadi cecaran anggota DPR, dalam rapat dengan Komisi II DPR RI.

Seperti Anggota Komisi II dari Fraksi PDIP Johan Budi menyayangkan adanya pernyataanya yang viral itu. Padahal dia baru saja diangkat menjadi Kepala BPIP oleh Presiden Jokowi.

"Kalau pimpinan komisi tadi menyampaikan bahwa bau melatinya masih terasa, gitu ya Pak Pimpinan Komisi, yang saya rasakan bukan bau melati, baru diangkat bau agak busuk sudah menyebar," ujar Johan di ruang rapat Komisi II DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Johan mengaku, dirinya ingin mendengar penjelasan utuh dari Yudian mengenai pernyataannya yang viral di publik dan menimbulkan polemik.

"Sebenarnya yang disampaikan Pak Yudian itu apa. Kok sampai ke publik, membuat kuping orang banyak panas Pak. Ya semua agama saya kira panas pak. Musuh pancasila itu menurut saya korupsi, itu musuhnya Pak. Bukan agama di judul itu. Tapi enggak tahu benar enggak itu. Tapi kita perlu mendengar juga apa yang disampaikan Bapak, saya yakin tidak seperti judul singkat itu," jelas Johan.

Baca Juga: Kemenag Gelar Penguatan Moderasi Pemahaman Agama Cegah Radikalisme

Bahkan Johan pun meminta Yudian agar dapat memetik pelejaran dari apa yang sudah terjadi. Meski begitu dia meyakini apa yang terlihat di Media Sosial itu berbeda dengan apa yang disampaikan Yudian.

"Saya yakin bapak menyampaikan lebih detail dibanding dengan judul yang beredar di media, saya yakin itu, apalagi bapak, lama di akademik ya, di dunia kampus dan profesor juga. Saya yakin apa yang disampaikan itu jauh lebih dalam maknanya sebenarnya dibanding dengan satu judul saja," jelas Johan.

Disamping itu, Mantan Jubir KPK tersebut turut menyampaikan pesan kepada Yudian jika tugas Kepala BPIP bukan memberi penjelasan kepada media.

Namun sejatinya kepala BPIP mempunyai tugas untuk memberikan bantuan kepada Presiden untuk merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan standarisasi pendidikan dan sebagainya.

"Bapak sebagai Kepala BPIP fokus pak ke tugas sebagai kepala BPIP, memberi laporan kepada Presiden dan tidak lagi bicara dengan media. Karena kalau dari cara bapak bicara, banyak menimbulkan pro dan kontra," imbuh Johan.

Sementara itu, Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus merasa aneh dengan pernyataan tersebut. Pasalnya, ia menilai Yudian sebagai seseorang yang berilmu dan beragama.

"Menurut hemat saya sangat menyinggung umat dan agama apapun. Karena terkesan dari komentar yang diungkapkan itu melecehkan agama," tutur dia.

Dia pun menegaskan agama bukanlah musuh dari Pancasila. Karena saat penyusunannya melibatkan dan mempertimbangkan agama.

"Ini kurang elok untuk diungkapkan walaupun yang dikatakan di medsos itu adalah masalah orang, kalau agama itu bukan orang," kata Guspardi.

Merespon hal tersebut Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengaku akan berhati-hati dalam melontarkan pernyataan. Apalagi usai pernyataan viral dan menjadi perbincangan.

"Jadi kami akan sangat berterimakasih saran tadi. Insyallah berkaitan dengan saran itu saya pribadi pejabat baru akan dilaksanakan dengan baik," kata Yudian

Yudian berkata, kedepannya dia akan membentuk tim hubungan masyarakat (humas). Nantinya, humas itu akan mempunyai tugas untuk merilis pernyataan kepada pers.

"Saya akan membentuk humas. Saya mulai menahan diri, kalau ada press release akan diedit dulu oleh tim," ujar Yudian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini