nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 18 Februari: 500 Jiwa Meninggal Akibat Keributan Etnis di Sampit

Fadel Prayoga, Okezone · Selasa 18 Februari 2020 07:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 18 337 2170064 peristiwa-18-februari-500-jiwa-meninggal-akibat-keributan-etnis-di-sampit-iv5G6GBclO.jpg Ilustrasi

JAKARTA – Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada hari ke-49 dalam sistem kalender Gregorian, 18 Februari. Salah satunya adalah Kekerasan antar-etnis antara Dayak dan Madura pecah di Sampit, Kalimantan Tengah, lebih dari 500 korban jiwa dan 100.000 pengungsi.

Berikut Okezone rangkum beberapa peristiwa penting dan bersejarah pada 18 Februari seperti dihimpun dari Wikipedia.org, Selasa (18/2/2020).

1478 - Pangeran Clarence Inggris dihukum mati

Pangeran Clarence Inggris, George, dihukum mati secara tertutup di Menara London, Inggris karena dianggap berkhianat kepada sang raja, Edward IV. George adalah adik kandung dari Edward IV yang juga mempunyai peran besar dalam kepemimpinan raja Inggris Raya.

1745 - Kota Surakarta didirikan di tepi Bengawan Solo dan menjadi ibu kota Kasunanan Surakarta

Keraton Surakarta

Kota Surakarta, juga disebut Solo, adalah wilayah otonom dengan status Kota di bawah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, dengan penduduk 503.421 jiwa dan kepadatan 13.636/km2. Kota dengan luas 44 km2, ini berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan.

1930 - Planet Pluto ditemukan oleh Clyde Tombaugh dari foto antariksa yang dibuat pada bulan Januari.

Pluto adalah planet katai di sabuk Kuiper dan objek trans-Neptunus pertama yang ditemukan. Pluto merupakan planet katai terbesar dan bermassa terbesar kedua di Tata Surya dan benda terbesar kesembilan dan bermassa terbesar kesepuluh yang mengorbit Matahari secara langsung.

Clyde William Tombaugh adalah seorang astronom Amerika Serikat yang menemukan Planet Pluto pada tahun 1930. Pada 24 Agustus 2006 Konferensi Persatuan Astronom Internasional di Praha, Ceko memutuskan bahwa Pluto bukan lagi sebuah planet melainkan digolongkan ke dalam planet kerdil.

1965 - Gambia merdeka dari Britania Raya.

Republik Gambia adalah sebuah negara di Afrika Barat. Seluruh perbatasan darat Gambia dikelilingi oleh Senegal di bagian utara, timur, dan selatan serta Samudra Atlantik di bagian barat.

Wilayah negara terkecil di Afrika daratan ini tergolong unik karena apabila negara Senegal dianggap mulut, maka Gambia adalah lidah dan giginya, sedangkan bentuk Gambia sendiri seperti ular dengan mulut yang datar dengan muara Sungai Gambia sebagai lidahnya.

2001 - Kekerasan antar-etnis antara Dayak dan Madura pecah di Sampit, Kalimantan Tengah, lebih dari 500 korban jiwa dan 100.000 pengungsi.

Konflik Sampit adalah pecahnya kerusuhan antaretnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke seluruh provinsi, termasuk ibu kota Palangka Raya.

Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Madura dari pulau Madura. Konflik tersebut pecah pada 18 Februari 2001 ketika dua warga Madura diserang oleh sejumlah warga Dayak.

Konflik Sampit mengakibatkan lebih dari 500 kematian, dengan lebih dari 100.000 warga Madura kehilangan tempat tinggal. Banyak warga Madura yang juga ditemukan dipenggal kepalanya oleh suku Dayak.

2005 - Dua Wartawan Indonesia Diculik dan Disandera di Irak

Meutya Hafid

Dua wartawan Indonesia di salah satu stasiun televisi swasta yaitu Meutya Hafid dan juru kamera Budiyanto diculik dan disandera oleh sekelompok pria bersenjata ketika sedang bertugas di Irak.

Penyandera menganggap kedatangan kedua wartawan tersebut merupakan utusan pemerintah Indonesia untuk ikut campur dalam kepentingan politik yang saat itu sedang terjadi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengklarifikasi bahwa kedua jurnalis itu sedang menjalankan tugas yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kepentingan politik. Ia pun meminta Brigade Mujahiddin di Irak untuk membebaskan wartawan tersebut.

Mereka akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005. Peristiwa itu pun Meutya abadikan dalam sebuah buku ‘168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak’.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini