nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu Sebut Masa Karantina 78 WNI di Kapal Diamond Princess Tersisa 2 Hari Lagi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 19:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 17 337 2169912 menlu-sebut-masa-karantina-78-wni-di-kapal-diamond-princess-tersisa-2-hari-lagi-GitOawnQry.jpg Menlu RI Retno Lestari Priansari Marsudi (Foto: Fahreza Rizky)

JAKARTA - Sebanyak 78 warga negara Indonesia (WNI) 'terkepung' virus korona atau Covid-19 di atas Kapal Pesiar Diamond Princess. Kapal tersebut sekarang bersandar di Yokohama, Jepang, untuk menjalani masa karantina. 

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengatakan, masa karantina di kapal tersebut akan berakhir pada 19 Februari 2020. Maka, WNI yang ikut dikarantina di dalam kapal pesiar akan berakhir sekira dua hari lagi.

"Jadi, sekarang adalah 17 Februari, yang berarti akan ada dua hari lagi, setelah itu akan dilakukan pengecekan. Informasi ini sifatnya per detik ini ya, karena ini info yang kita peroleh dari otoritas Jepang yang terus kita lakukan koordinasi dan komunikasi," kata Retno di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Kapal pesiar Diamond Princess Foto AP via Kyodo News

Menurut Retno, KBRI Tokyo terus melakukan komunikasi dengan 78 WNI tersebut. Bahkan, pihaknya sempat mengirim logistik kepada mereka, dan informasi yang diperoleh bahwa 78 WNI dalam kondisi cukup baik.

"Mudah-mudahan situasinya tak berubah. Tapi sekali lagi ini adalah sebuah proses yang terus jalan dari waktu ke waktu. Nanti kalau ada update berbeda, kami akan persiapkan," ujarnya.

Baca Juga: Penumpang Terinfeksi Virus Korona di Kapal Diamond Princess Meningkat Jadi 454

Retno mengaku sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto perihal kepulangan 78 WNI dari kapal tersebut apabila dinyatakan negatif virus korona.

"Kalau mereka pulang, itu berarti mereka dalam kondisi sehat. Dan menutup informasi dari otoritas Jepang, saat 19 dilakukan pengecekan, mungkin dilakukan 2 hari, lalu tambah waktu hasilnya 2 hari, jadi sekitar tanggal 23-24, sekali lagi itu perkiraan," ujarnya.

"Berdasarkan informasi dari otoritas Jepang, maka mereka kembali sudah tak memerlukan masa observasi lagi. Karena masa observasi sudah dilaksanakan di kapal tersebut. Jadi, saya akan terus berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan," kata Retno.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini