Istana Jawab soal Perbedaan Nilai Kepuasan Publik pada Jokowi-Ma'ruf

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 17 Februari 2020 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 17 337 2169763 istana-jawab-soal-perbedaan-nilai-kepuasan-publik-pada-jokowi-ma-ruf-zCnlKPrlFu.jpg Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin (Foto: Dok. Biro Pers)

JAKARTA - Tingkat kepuasaan responden terhadap Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dinilai 'jomplang' alias berbeda jauh dalam hasil survei Indo Barometer. Merespons itu, pihak Istana memberikan pembelaan.

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, perbedaan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi dan KH Ma'ruf bukanlah suatu masalah. Pasalnya, pemerintah selalu bekerja bersama dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

"Ya sebenarnya kan semua pekerjaan bersama. Makanya yang dibangun adalah super team. Bukan super man. Super team yang dibangun," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2/2020).

"Jadi ya semua agregat dari semua pekerjaan yang apa itu memikirkan pemerintahan ini. Maksudnya hasilnya sebuah agregat dari pekerjaan semua unit-unit kerja yang ada di kementerian maupun lembaga," tambah dia.

Jokowi Maruf

Baca Juga: Survei Kepuasan Publik ke Lembaga Negara: TNI Dapat Nilai A, DPR Dapat C

Di sisi lain, Moeldoko menganggap wajar bila kepuasaan terhadap kinerja Jokowi tinggi. Sebab, Kepala Negara memang sudah bekerja keras dalam menuntaskan persoalan bangsa ini. Terlebih, menteri-menterinya juga sudah bekerja optimal.

"Ya memang wajar bagus kan begitu. Memang semuanya bekerja dengan keras masing-masing menteri bekerja dengan optimum jadi hasilnya cukup bagus begitu," imbuhnya.

Sekadar informasi, tingkat kepuasan responden terhadap Jokowi-Ma'ruf berbeda jauh alias jomplang. Sebesar 49,6 responden puas terhadap kinerja Ma'ruf. Sedangkan sebanyak, 37,5 persen menyatakan tidak puas dan 12,9 persen tidak tahu.

Sementara, tingkat kepuasan terhadap Jokowi sebanyak 70,1 persen. Lalu, publik yang tidak puas mencapai 27,4 persen dan 2,6 persen menyatakan tidak menjawab.

Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, perbedaan tingkat kepuasaan antara Jokowi dan Ma'ruf merupakan hal yang wajar. Sebab, selama ini peran Ma'ruf kurang menonjol sejak dia dilantik menjadi orang nomor dua di Indonesia.

"Pasti memang jomplang antara presiden dan wakil presiden dan biasanya wakil memang lebih rendah, tapi biasanya enggak jauh, tapi ini jauh ya," kata Qodari di kawasan Jakarta Pusat, Minggu 16 Februari 2020.

Survei Indo Barometer dilakukan pada 9-15 Januari 2020 pada 34 Provinsi. Total responden survei ini sebanyak 1.200 dengan margin of error kurang lebih sebesar 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini