BEM UI Serahkan Dokumen soal Pelanggaran HAM di Papua ke Mahfud MD

Wahyu Muntinanto, Okezone · Senin 17 Februari 2020 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 17 337 2169725 bem-ui-serahkan-dokumen-soal-pelanggaran-ham-di-papua-ke-mahfud-md-ichvAV3RUI.jpg Menko Polhukam Mahfud MD di Universitas Indonesia (foto: Okezone/Wahyu Muntinanto)

DEPOK - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku sudah menerima dokumen pelanggaran HAM yang berisi nama korban tewas dan tahanan politik di Papua.

Dokumen pelanggaran HAM di Papua tersebut diserahkan langsung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).

Baca Juga: Veronica Koman ke Parlemen Australia Jelaskan Situasi Papua 

"Tadi saya terima dokumen dari BEM UI yang katanya daftar tahanan atau korban pelanggaran HAM," kata Mahfud usai menghadiri acara Bincang Mahfud di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin, (17/2/2020).

Menko Polhukam Mahfud MD di UI (foto: Okezone/Wahyu M)	 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengapresiasi dan mempelajari dokumen yang disampaikan BEM UI kemudian akan disampaikan ke Presiden RI Joko Widodo.

"Bahwa setiap warga negara berhak mengajukan dokumen-dokumen berisi informasi penting. Tidak ada masalah nanti saya pelajari dan saya sampaikan ke Presiden," ucapnya.

Diwartakan sebelumnya, melalui keterangan tertulis Veronica Koman menyatakan telah menyerahkan dokumen yang memuat nama dan lokasi puluhan tapol Papua kepada Jokowi saat kunjungan kerja ke Australia pekan lalu melalui tim yang ada di Canberra. Diketahui Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Australia sejak Jumat 7 Februari 2020 hingga Senin 10 Februari 2020.

Veronica mengatakan, Jokowi pernah membebaskan lima tapol Papua di awal periode kepemimpinan pada 2015. Namun pada awal periode kedua saat ini, terdapat 57 orang yang dikenakan pasal makar, dan sedang menunggu sidang. Langkah itu dinilainya hanya akan memperburuk konflik di Papua.

Baca Juga: Tim Veronica Koman Kirim Surat ke Presiden Jokowi, Ini Tanggapan Mahfud MD

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini