nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko PMK: 102 Sampel Suspect Virus Korona di Indonesia Dinyatakan Negatif

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 13:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 17 337 2169645 menko-pmk-102-sampel-suspect-virus-korona-di-indonesia-dinyatakan-negatif-KZAZEkx643.png Ilustrasi ruang isolasi rumah sakit. (Foto: Okezone.com/Fathnur Rohman)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy mengatakan hingga kini sudah ada 104 spesimen atau sampel suspect virus korona (Covid-19) di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 102 spesimen dinyatakan negatif virus korona, dan 2 lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

"Sampai hari ini berdasarkan laporan Pak Dirjen Kemenkes sudah ada 104 spesimen, atau 104 sampel seluruh Indonesia dan sudah diperiksa di laboratorium pusat penelitian penyakit infeksi Kemenkes, dari 104 itu, 102 negatif, dan 2 dalam proses," kata Muhadjir saat jumpa pers di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden (KSP) di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Muhadjir mengatakan, rumah sakit di Indonesia tiap harinya terus mendapatkan pasien yang diduga terjangkit virus korona. Namun setelah diperiksa, belum ada satupun yang dinyatakan positif atau terjangkit virus yang telah merenggut ribuan nyawa di China itu.

Menko PMK, Muhadjir Effendy. (Foto: Okezone.com/Fahreza Rizky)

"Jadi setiap hari kita terus mendapatkan kiriman spesimen dari seluruh Indonesia untuk memastikan bahwa, sampai sekarang dan mudah-mudahan sampai terus 0, tidak ada yang terjangkit virus korona di Indonesia," harapnya.

Pemerintah juga terus mengintensifkan pemantauan virus korona, kendati telah memulangkan ratusan peserta observasi di Natuna.

Baca juga: Pulang dari Observasi di Natuna, WNI Asal Pekanbaru: Istirahat Seharian di Rumah

"Sekarang yang harus kita intensifkan adalah pemantauan dalam negeri kita, yaitu dengan selalu mewaspdai, memonitior seluruh Indonesia," ucapnya.

Bentuk kewaspadaan pemerintah terhadap virus korona, salah satunya dengan memperketat pengawasan di pintu masuk Indonesia. Setiap orang yang melewati pintu masuk akan diperiksa secara komprehensif, baik dari sisi kesehatan maupun rekam perjalanannya.

Sebanyak 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China telah menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna. Hasil observasi menunjukkan seluruhnya sehat alias negatif virus korona. Saat ini, ratusan WNI tersebut sudah dikembalikan ke kampung halamannya masing-masing.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini