Banyak Warga Tak Paham Cara Ikut Sensus Penduduk Secara Online

Fadel Prayoga, Okezone · Minggu 16 Februari 2020 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 16 337 2169234 banyak-warga-tak-paham-cara-ikut-sensus-penduduk-secara-online-AIuzbhBcZE.jpg Ilustrasi BPS (Foto: Ist)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Sensus Penduduk (SP) 2020 secara online dalam rangkaian kegiatan pendataan jumlah penduduk di Indonesia.

Pelaksanaan sensus penduduk online itu dimulai pada Sabtu 15 Februari 2020 hingga 31 Maret 2020. Selanjutnya, akan dilakukan proses wawancara pada 1 Juli hingga 31 Juli 2020.

Namun, program itu dinilai masih belum tersosialisasi secara baik. Pasalnya, beberapa masyarakat masih bingung melakukan penginputan data kependudukannya. Salah satunya yaitu, Damar (25) mengaku dirinya kurang mengetahui ihwal tata cara pengisian data sensus online.

"Enggak ngerti cara ngisinya, makanya sampai sekarang belum diisi," ujarnya kepada wartawan, Minggu (16/2/2020).

Baca Juga: Dimulai 15 Februari, Ini Cara Ikut Sensus Penduduk 2020 secara Online

Ia meminta BPS dan Kemendagri gencar melakukan sosialisasi terkait program sensus online. Sebab, ia menilai bahwa pendataan jumlah penduduk itu sangat penting dalam mengambil kebijakan pemerintah jangka pendek maupun jangka panjang.

"Kalau ada data penduduk yang jelas, maka pemerintah akan bisa menelurkan kebijakan-kebijakan yang bermanfaat untuk masyarakat," ujarnya.

Ilustrasi (Foto: Reuters)

Selain Damar, masih ada penduduk lainnya yang merasa program sensus online itu kurang populer. Eka Prasetya (26) menyebut dirinya baru mengetahui ada Sensus Online dari awak media.

"Baru tahu ketika ditanyain soal sensus online. Selama ini saya enggak tahu ada program itu," katanya.

Ia berharap, agar pemerintah lebih giat bersosialisasi program Sensus Online. Dirinya menyambut baik terobosan baik tersebut.

"Tapi kalau tidak ada sosialisasi, maka nantinya minat masyarakat untuk melakukan pengisian datanya akan rendah," ujarnya.

Baca Juga: Sensus Penduduk 2020, Pakai Cara Online & Tradisional

Hal senada diucapkan Diah Ayu (26). Menurut dia, apabila tidak ada sosialisai yang baik, maka dikhawatirkan akan banyak data-data penduduk yang terisi secara asal-asalan. Karena, tak dapat dipungkiri bila masih ada banyak warga yang gagap teknologi.

"Saya rasa hanya orang yang tinggal di perkotaan saja yang cakap dalam berteknologi. Jadi, pemerintah harus memikirkan bagaimana caranya untuk masyarakat yang masih bingung mengisi data kependudukan secara online," ujar dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini