Share

Cerita Pilot Pengangkut WNI dari Wuhan yang Harus Ikut Observasi di Natuna

INews.id, · Minggu 16 Februari 2020 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 16 337 2169232 cerita-pilot-pengangkut-wni-dari-wuhan-yang-harus-ikut-observasi-di-natuna-pIvSmPNPhm.jpg Awak Pesawat Batik Air yang Mengevakuasi WNI dari Wuhan Tiba di Jakarta, Usai Mengikuti Observasi di Natuna, Kepri (foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA - Sebanyak 18 awak maskapai Batik Air dengan pesawat Airbus A330-300 CEO membawa misi kemanusiaan saat mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, harus ikut menjalani kegiatan observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau. Mereka pun baru bisa kembali bersama 238 WNI dari Natuna, kemarin.

Para awak maskapai Batik Air tersebut disambut jajaran direksi Lion Groups di Kantor Lion Air Simulator, Cipinang-Melayu, Jakarta Timur.

Baca Juga: WHO Apresiasi Langkah Pemerintah Indonesia Selamatkan Warganya dari Ancaman Virus Corona 

Pesawat yang Membawa WNI dari Natuna Tiba di Halim

Kapten Destyo Usodo selaku pimpinan penerbangan sekaligus pilot, menceritakan, sejak awal dirinya bersama 17 orang lainnya mengaku siap untuk menjalankan misi kemanusiaan ini. Destyo mengaku, tak menemui kendala serius saat melaksanakan misi ini sejak keberangkatan hingga tiba di Batam.

"Pada saat kami menerima tugas tersebut, kami banyak mempelajari penanganan bahaya sebelum berangkat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," kata Destyo seperti dikutip iNews.

Saat tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Destyo merasa terkejut karena harus ikut menjalani karantina dan observasi di Kepulauan Natuna bersama WNI dari Wuhan yang dievakuasinya. Destyo dan 17 awak pesawat lainnya pun ikut menjalaninya karena sesuai standar operasional prosedur (SOP) kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dan lembaga kesehatan dunia WHO.

"Kami sebenarnya terkejut saat diberitahu harus ikut menjalani observasi selama 14 hari. Tapi karena ini sudah menjadi prosedur tetap dari WHO, kami patuh dan mengikuti segala arahan dan aturan itu," tutur dia.

Destyo kembali menceritakan masa-masa awak pesawat Batik Air itu menjalani observasi dan melebur bersama ratusan WNI dari Wuhan. Menurutnya, tak ada batasan di antara orang-orang yang menjalani observasi dan mereka saling berkomunikasi.

Dia juga menjelaskan, tak ada perbedaan perlakuan dari petugas medis terhadap warga yang diobservasi selama 14 hari. Selama 14 hari masa karantina itu dilewati dengan olahraga cukup dan mendapatkan asupan protein tinggi yang disediakan personel TNI AU.

Baca Juga: WNI dari Natuna Tiba di Jakarta, Menkes Terawan: Semua Sehat dan Bahagia 

Pesawat yang Membawa WNI dari Natuna Tiba di Halim

Kapten Pilot Batik Air itu mengaku senang selama menjalani observasi tersebut. Dan itu juga terlihat pada 238 WNI dari Wuhan sehingga membawa efek baik dan sehat selama masa observasi.

"Kami rutin olahraga pagi dan sore hari, mulai dari senam aerobik, dan zumba. Pada malam hari biasanya kami bernyanyi bersama. Ini semua kami lakukan karena yakin dengan hati gembira dan penuh suka cita membuat kita tak mudah jatuh sakit. Semua kebutuhan kami terpenuhi selama masa observasi," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini