nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi: Kita Harus Bersahabat dengan Lingkungan dan Alam

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 16:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 15 337 2169023 presiden-jokowi-kita-harus-bersahabat-dengan-lingkungan-dan-alam-HHlwTsT0pV.jpg Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak untuk bersahabat dengan lingkungan dan alam. Salah satunya dengan menanam pohon, menjaga sumber air.

“Kita ini harus bersahabat dengan lingkungan. Kita harus bersahabat dengan alam,” ujar Presiden Jokowi usai meninjau bibit di Kebun Bibit Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2020).

Menurut Presiden, di Kabupaten Wonogiri ada Waduk Gajah Mungkur yang sudah dibangun sejak 1982 dengan sedimen masuk ke dalamnya sebanyak 3,2 juta meter kubik per tahun.

 jokowi

Untuk itu, Jokowi menyampaikan setiap tahun sedimen tersebut dikeruk, tetapi muncul lagi karena hulunya enggak pernah diurus.

“Ini yang mau kita urus. Tinggal nanti pohon-pohon ini, Sengon-sengon empat bulan kita bagi-bagi kepada masyarakat. Ini juga Sengon dibagi kepada masyarakat,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Setkab.

Tanaman tersebut, menurut Jokowi, dari sisi ekonominya dapat, tapi nanti dari fungsi-fungsi lingkungan dan untuk merawat air yang ada di hulu juga bisa meskipun yang lain juga ada pohon.

“Tadi buah-buah durian ada, Sirsak ada, kelengkeng ada. Tapi yang paling penting ini, barang ini, ini, Vetiver. Jadi kombinasi antara sengon, antara ambisia dengan Vetiver,” ujar Kepala Negara

Penempatan tanaman Vetiver, menurut Presiden, penting jika ditanam di tempat-tempat yang curam, tempat yang sudah longsor, di hulu yang fungsinya untuk mengikat tanahnya.

“Kemarin sudah diminta oleh Gubernur Jawa Barat 50 juta vetiver karena di sana banyak longsor. Saya enggak tahu tadi Pak Gubernur Provinsi Jawa Tengah mau minta berapa atau mau buat sendiri lebih baik,” sambungnya.

Yang penting, lanjut Presiden, dirinya sudah menekankan pada Balai DAS agar baik itu di PU maupun di Kehutanan agar tidak setiap tahun itu ngeruk sedimen sehingga bisa diperbaiki hulunya.

“Kita sudah tahu kok titiknya berapa di placement area yang mana, semuanya kelihatan. Ya ini yang ditanam,” tutur Presiden. Turut hadir mendampingi Presiden dalam kegiatan kali ini Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Mensesneg Pratikno, dan Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini