Kasus Bullying Purworejo, Muhammadiyah Minta Ganjar Tidak Menutup Sekolah

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Sabtu 15 Februari 2020 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 15 337 2168790 kasus-bullying-purworejo-muhammadiyah-minta-ganjar-tidak-menutup-sekolah-3nSfNWPSjk.jpg Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti (foto: ist)

JAKARTA - Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti angkat bicara soal usulan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang ingin menutup SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo setelah adanya kasus perundungan atau bullying yang dilakukan oleh tiga siswa terhadap seorang siswi.

Ia mengatakan, pada awalnya sekolah tersebut mempunyai siswa yang cukup banyak. Namun, semakin setelah berdirinya banyak sekolah negeri mengakibatkan sekolah tersebut menjadi berkapasitas kecil.

"SMP Muhammadiyah Butuh berdiri tahun 1989. Pada awalnya jumlah siswanya cukup banyak. Berdirinya sekolah negeri berdampak pada berkurangnya siswa. Tetapi SMPM Butuh tetap berprestasi dan banyak alumninya berhasil dalam karir profesional," kata Abdul dalam keterangannya, Sabtu (15/2/2020).

 Baca juga: Ganjar Minta Siswi Korban Bullying Pindah Sekolah

Menurut dia, SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo tetap berdiri karena komitmennya yang ingin terus mendidik para pelajar yang ditolak oleh sekolah negeri.

"Muhammadiyah menerima tiga siswa pindahan karena dikeluarkan dan ditolak oleh sekolah negeri. Dengan segala keterbatasan dan komitmen melayani masyarakat anak-anak 'bermasalah' tersebut diterima dengan harapan dapat dibina dengan baik," ujarnya.

 Baca juga: Pelaku Bullying di Purworejo Harus Dihukum Keras agar Jera

Ia pun meminta Pemprov Jateng tidak menutup sekolah tersebut. Terlebih, lanjut dia, persoalan bullying juga masih banyak terjadi di sekolah-sekolah milik pemerintah.

"Jadi tidak adil kalau hanya karena satu kasus sekolah ditutup. Kalau mau dibuka, kekerasan di sekolah masih banyak terjadi termasuk sekolah negeri. Apakah pemerintah akan menutup sekolah-sekolah itu?" ucapnya.

Abdul memastikan, masih banyak kekurangan yang ada di SMP Muhammadiya Butuh, Purworejo itu. Namun, ia meminta Gubernur Ganjar tidak mengambil langkah sepihak dengan menutup sekolah yang telah berdiri sejak 31 tahun lalu tersebut.

"Bahwa masih ada masalah dan kekurangan itu tidak bisa dipungkiri. Itulah yang menjadi tugas kita bersama. Sebaiknya para pejabat pemerintah memahami masalah secara komprehensif dan tidak mengambil kebijakan yang emosional," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini