nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Badan Restorasi Gambut Sebut Riau Paling Diwaspadai Terjadi Karhutla

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 16:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 14 337 2168538 badan-restorasi-gambut-sebut-riau-paling-diwaspadai-terjadi-karhutla-uNYNdbNnZE.jpg Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead mengatakan Riau menjadi wilayah yang perlu diwaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ketika musim kemarau.

Pasalnya, menurut dia, Riau merupakan kawasan yang paling lama mengalami musim kemarau setiap tahunnya, yakni tujuh bulan. Selanjutnya wilayah yang perlu diwaspadai adalah Jambi dan Sumatera Selatan.

"Hanya perkiraan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Riau mungkin harus paling serius, karena ada tujuh bulan kering. Kalau Sumsel ada lima bulan kering. Jambi ada tiga bulan kering," ucap Nazir ketika berada di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Ia menjelaskan, cuaca merupakan penyebab utama terjadinya karhutla. Jika musim kemarau panjang maka risiko terjadinya karhutla akan semakin besar.

"Jadi kalau tahun itu panjang kemaraunya, upayanya kerja keras, tidak bisa kita lengah. Jadi harus tetap berupaya dan kita khawatir karena perubahan iklim cuaca ekstrem," paparnya.

Namun, Nazir menyebut tugas pokok dari Badan Restorasi Gambut bukan bagian dari pemadaman jika terjadi karhutla. Ia menjelaskan kalau BRG fokus pada pembahasan gambut sehingga meminimalisasi kebakaran hutan.

"Kita adalah pembahasan gambut dengan harapan kemungkinan gambut terbakar lebih sulit, karena dia basah. Walaupun terbakar hanya lapisan atas, jadi pemadam yang bisa lebih cepat karena bawahnya masih basah," tutupnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini