nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Secara Matang soal Pemulangan Anak WNI eks ISIS

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 16:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 14 337 2168504 dpr-minta-pemerintah-pertimbangkan-secara-matang-soal-pemulangan-anak-wni-eks-isis-2i9JmuVqKX.jpg Rapat di DPR RI (Foto: Okezone/Harits)

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto mengatakan alangkah baiknya pemerintah mempertimbangkan secara matang terkait wacana memulangkan anak-anak dari warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS.

Menurut Didik, dengan rencana pemulangan anak-anak dari WNI eks ISIS ke Tanah Air, maka akan terpisah dari orangtuanya. Oleh sebab itu pemisahan antara orangtua dan anaknya bakal menimbulkan sebuah masalah dasar secara psikologis mengingat mereka selalu bersama selama berada di Timur Tengah.

“Problemnya adalah secara psikologis apakah kemudian anak-anak di bawah umur apakah harus dipisahkan dengan orangtuanya? Itu menjadi problem dasar,” kata Didik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Didik turut menyinggung ihwal polemik kebijakan Presiden Donal Trump dalam memisahkan anak-anak dari orangtua imigran di perbatasan Amerika Serikat-Mesiko. Wacana tersebut pun mendapat pertentangan dari publik.

ISIS

Baca Juga: Bisakah Anak-Anak WNI Eks ISIS Dipulangkan? Ini Jawaban Mahfud MD

Ia tak ingin wacana pemulangan anak-anak eks anggota WNI di Indonesia menjadi sebuah problem sebagaimana halnya yang dilakukan oleh Donald Trump.

“Jangan sampai seperti kebijakan yang diambil oleh Donald Trump ketika banyak pengungsi meksiko orangtuanya enggak boleh masuk, tapi anak-anaknya diambil. Ini kan bakal menimbulkan persoalan baru terhadap anak-anak,” kata Didik.

Selain itu, Politikus Partai Demokrat ini menilai perlu pertimbangan matang dan kehati-hatian bagi pemerintah didalam menangani permintaan agar anak-anak WNI eks anggota ISIS dipulangkan ke Indonesia.

“Pertimbangan matang tentu tidak lepas kemudian langkah-langkah dunia langkah PBB dalam menangani persoalan ini," tutur dia.

Diberitakan sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang memulangkan anak-anak WNI bekas pengikut ISIS jika ada yang telantar di Timur Tengah. Namun, pemerintah akan mengidentifikasi mereka dulu.

"Kita memang masih memberikan peluang untuk yang yatim, yatim piatu yang ada berada pada posisi anak-anak. Tapi, kita belum tahu apakah ada atau tidak ada," kata Jokowi.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini