nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peran BNPB dalam Penanganan Wabah Covid-19

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 15:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 14 337 2168475 bnpb-dukung-lintas-institusi-tangani-potensi-wabah-covid-19-9X1GIGhP5Q.jpg Kepala BNPB Letjen Doni Monardo dengan melakukan koordinasi (Foto: BNPB)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan kepada kementerian dan lembaga dalam penanganan potensi wabah penyakit virus korona atau Covid-19. Berbagai upaya dilakukan BNPB berlandaskan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, salah satunya pada konteks bencana non-alam berupa wabah penyakit. 

Demikian dikatakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo melalui keterangan tertulis, Jumat (14/2/2020).

Agus mengatakan, sejak merebaknya virus korona di Tiongkok awal Januari 2020 lalu, BNPB memonitor sesuai dengan kapasitas lembaga yang dimiliki. Peran yang dilakukan BNPB pada dukungan logistik dan sumber daya lain seperti saat pemulangan WNI dari Tiongkok, penyiapan fasiltias observasi di Pulau Natuna, hingga pemulangan WNI setelah masa observasi.

"Dukungan logistik berupa masker N-95 yang tidak hanya dikirimkan ke Tiongkok tetapi untuk stok dalam negeri. Sedangkan pelibatan personel, BNPB juga membantu dalam pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Hoaks," ujarnya.

Baca Juga: Khawatir Tertular Virus Korona, TKW Asal Nganjuk Dipulangkan dari Hong Kong

Dukungan BNPB ini tidak terlepas dari hasil rapat koordinasi yang membahas penyebaran virus korona pada 28 Januari 2020 lalu. BNPB pun segera bergerak cepat dengan melakukan rapat koordinasi dengan pelibatan berbagai pihak, termasuk lembaga usaha.

 Virus Korona Foto: Ist

Tidak berhenti pada rapat koordinasi, BNPB juga membantu dalam penyiapan peralatan dan perlengkapan fasilitas observasi di Pulau Natuna. BNPB menyiapkan tenda lapangan, perlengkapan dan peralatan individu, toilet portabel, dan velbed.

"Di samping itu, BNPB juga memfasilitasi kepulangan WNI yang saat akan berakhir masa observasi pada 15 Februari 2020, seperti transpotasi, logistik dan tiket kepulangan ke wilayah masing-masing," katanya.

Menurut Agus, meskipun tidak terdeteksi penderita yang terpapar penyakit Covid-19, BNPB dan kementerian dan lembaga terkait tetap waspada dan terus berkoordinasi. Salah satu tujuan koordinasi ini untuk mencari kesenjangan di lapangan untuk segera evaluasi dan ditingkatkan, misalnya alat pelindung diri, rumah sakit rujukan, atau standard operating procedure penanganan darurat.

Baca Juga: Presiden Jokowi Pastikan WNI di Natuna Sehat & Siap Kembali ke Keluarga 

Pada salah satu kesempatan dalam rapat koordinasi dalam menghadapi kesiapsiagaan wabah virus korona, tiga hal yang perlu mendapatkan perhatian publik. Ketiga hal tersebut yaitu penyakit yang ditimbulkan oleh virus itu sendiri, disinformasi dan kepanikan sosial.

"Dalam perspektif kesehatan publik, konteks tersebut perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak sehingga tidak terjebak masuk dalam situasi krisis yang bisa berujung bencana," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini