nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Banjir Sentani, 409 Keluarga Terdampak Dapat Dana Tunggu Hunian

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 13:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 14 337 2168386 pasca-banjir-sentani-409-keluarga-terdampak-dapat-dana-tunggu-hunian-pMtgFGg4i0.jpeg Dampak banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua (Foto: Okezone/Feby Novalius)

JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura telah merealisasikan pemulihan pascabanjir bandang Sentani, Jayapura, Papua. Pembangunan fisik, seperti rumah dan jembatan masih berlangsung hingga Kamis 13 Februari 2020.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo mengatakan, BPBD mencatat 409 keluarga dari total 1.201 sudah dipastikan mendapatkan bantuan dengan skema dana tunggu hunian (DTH). Sisa keluarga yang teridentifikasi masih menunggu proses verifikasi dari pemerintah daerah setempat.

"Mereka yang telah terverifikasi akan dicantumkan dalam lampiran dalam surat keputusan kepala daerah sebagai penerima bantuan stimulan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (14/2/2020).

Menurut Agus, kendala yang dihadapi terkait dengan verifikasi jumlah keluarga terdampak yaitu penambahan jumlah korban. Ada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa mereka yang mengalami banjir di luar kejadian banjir bandang pada Maret 2019 lalu berhak mendapatkan bantuan DTH.

Baca Juga: Ini Penyebab Banjir Bandang Sentani yang Telan 112 Korban Jiwa

Sedangkan proses pembangunan fisik, rumah atau hunian tetap (huntap) masih dikerjakan di lapangan. Pembangunan huntap berlokasi di Kemiri dengan jumlah 18 unit.

Proses penyelesaian rumah hingga Kamis 13 Februari telah mencapai rangka atap. Pembangunan fisik lain yaitu jembatan Bailey di lokasi yang sama dengan menggunakan kayu besi. Jembatan ini didesain mampu untuk menahan beban seberat 15 ton.

"Tim pendamping BNPB meninjau proses pembangunan huntap dan jembatan tersebut di wilayah Kemiri. Pada kunjungan tersebut, tim memberikan arahan kepada BPBD setempat untuk penyiapan dokumen administrasi terkait pemanfaatan dana siap pakai," katanya.

Seperti diketahui, banjir bandang Sentani, Jayapura terjadi pada 16 Maret 2019. Korban meninggal dunia 104 jiwa dan mengakibatkan 9.691 jiwa mengungsi.

Data BNPB per 20 Maret 2019 mencatat 374 rumah rusak berat dan 104 ruko rusak. Di samping itu, banjir bandang juga merusak infastruktur pendidikan, tempat ibadah, pasar, jalan, drainase dan jembatan.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Sentani Jayapura, Tiga Orang Meninggal Dunia

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini