nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua MPR: Pulangkan Anak-Anak Eks ISIS Perlu Persiapan Matang

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 13:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 14 337 2168383 ketua-mpr-pulangkan-anak-anak-eks-isis-perlu-persiapan-matang-XQFvXTZtaH.jpg Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo turut merespons sikap pemerintah yang membuka peluang bakal memulangkan anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) eks anggota kelompok teroris ISIS ke Tanah Air.

Pria yang karib disapa Bamsoet itu berujar bahwa pemerintah harus benar-benar mempertimbangkan dan mengkaji secara matang sebelum memulangkan anak-anak itu.

“Meminta kepada pemerintah, apabila memutuskan untuk memulangkan anak-anak eks WNI tersebut maka diperlukan strategi serta persiapan secara matang,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (14/2/2020).

Politikus Partai Golkar itu menyebut, persiapan matang bisa dimulai dari pihak-pihak yang akan bertanggung jawab dalam pemulangan tersebut, maupun kebutuhan yang diperlukan untuk deradikalisasi bagi mereka.

“Dan melakukan upaya-upaya sesuai prosedur peraturan yang berlaku untuk memulangkan para anak-anak tersebut, guna mencegah masuknya paham radikalisme/terorisme di Indonesia,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Bamsoet, MPR mendorong Badan Nasional Penanggulanhan Terorisme (BNPT) agar melakukan pengawasan dan rehabilitasi terhadap anak-anak eks anggota WNI jika benar nantinya akan dipulangkan.

“Mendorong BNPT untuk melakukan pengawasan dan rehabilitasi terhadap anak-anak eks WNI yang akan dipulangkan,” katanya.

“Agar diberikan sosialisasi terhadap bahaya terpapar pengaruh radikalisme dan terorisme, serta menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila dan sikap cinta Tanah Air,” imbuh Bamsoet.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang memulangkan anak-anak WNI bekas pengikut ISIS jika ada yang telantar di Timur Tengah. Namun, pemerintah akan mengidentifikasi mereka dulu.

"Kita memang masih memberikan peluang untuk yang yatim, yatim piatu yang ada berada pada posisi anak-anak. Tapi, kita belum tahu apakah ada atau tidak ada," kata Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini