nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks ISIS Tak Dipulangkan, Aparat Keamanan Diminta Waspadai Aksi Balas Dendam

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 06:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 14 337 2168203 eks-isis-tak-dipulangkan-aparat-keamanan-diminta-waspadai-aksi-balas-dendam-zYT5SCWAOQ.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Pemerintah telah menyatakan menolak eks anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di pulangkan, usai menggelar rapat terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa 11 Februari 2020 kemarin.

Peneliti terorisme Ridlwan Habib menilai, keputusan pemerintah tersebut sudah tepat lantaran mempertimbangkan rasa aman sekitar 260 juta WNI di Indonesia.

"Keputusan itu sudah tepat. Sebab Indonesia belum siap jika harus memulangkan eks ISIS, sangat berbahaya," ujarnya kepada Okezone, Jumat (14/2/2020).

 Baca juga: MUI Jabar Apresiasi Keputusan Pemerintah Tak Pulangkan WNI Eks ISIS

Ridlwan meminta pemerintah dan aparat keamanan harus tetap waspada terhadap kemungkinan adanya aksi balas dendam oleh simpatisan ISIS di dalam negeri.

"Polri dan komunitas intelijen harus waspada jika keputusan itu menimbulkan keinginan balas dendam. Misalnya dengan melakukan penyerangan pada kantor pemerintah karena jengkel teman mereka tidak dipulangkan," ujar Ridlwan.

Ridlwan menegaskan, bahwa saat ini jejaring ISIS masih ada di Indonesia. "Sel-sel tidurnya masih banyak," tambahnya.

 Baca juga: Terkait WNI Eks ISIS, Ma'ruf Amin: Mereka Sudah Bukan Warga Negara Indonesia

Ia pun mengingatkan, pemerintah lantaran eks ISIS tersebut juga berpotensi bisa kembali ke Tanah Air karena bila kamp pengungsian di Suriah dibubarkan oleh pihak otoritas Kurdi.

"Waspadai pintu pintu masuk imigrasi kita. Terutama jalan-jalan tikus, karena kalau bisa merembes masuk tanpa diketahui, akan sangat berbahaya," tukasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini