nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WNI Diobservasi Virus Korona di Natuna Akan Dipulangkan pada 15 Februari

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 17:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 13 337 2167995 wni-diobservasi-virus-korona-di-natuna-akan-dipulangkan-pada-15-februari-J0NIyJBM9M.JPG Menko PMK Muhadjir Effendy (Okezone.com/Sarah)

JAKARTA – Pemerintah akan memulangkan warga Indonesia yang diobservasi terkait virus korona di Natuna, Kepulauan Riau, pada Sabtu 15 Februari 2020, jika sampai batas observasi pukul 12.00 WIB hari itu mereka dinyatakan dalam keadaan sehat.

Mereka menjalani transit observasi di Natuna usai dipulangkan oleh pemerintah dari China. Saat dipulangkan, mereka semuanya dinyatakan bebas dari infeksi virus korona. Namun, mereka tetap menjalani masa observasi 14 hari yang akan berakhir pada Sabtu akhir pekan ini.

Hal itu merujuk aturan masa waktu efektif untuk observasi yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia yakni selama 14 hari atau dua pekan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo telah mematangkan rencana pelepasan WNI yang tuntas melewati masa observasi di Natuna.

"Mengikuti masa observasi selama dua minggu, rencana akan kita lepas atau kita akan kembalikan karena prosesnya berlangsung dengan baik, tetap sehat dan aman," kata Muhadjir saat jumpa pers di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (13/2/2020).wni natuna

WNI yang diobeservasi di Natuna (Okezone.com/Angkasa)

Ia berpesan agar media massa dapat turut memberikan dukungan dengan menyebarluaskan informasi yang mengedukasi bagi masyarakat, khususnya terkait pemulangan WNI pascaobservasi dari Natuna ke lingkungan keluarga dan daerah masing-masing.

Baca juga: Hasil Observasi 238 WNI dari China di Natuna Akan Diputuskan 15 Februari

"Jangan sampai terjadi suasana panik atau suasana salah paham yang bisa tidak mendukung upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan, rasa aman, rasa baik untuk warga negaranya," ujar Muhadjir.

Sementara menyinggung maraknya pemberitaan mengenai masa waktu efektif observasi yang dikabarkan tidak cukup 14 hari melainkan 24 hari, Doni menyatakan akan terus berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan. Demikian juga Kemenkes berkoordinasi dengan WHO.

"Namun, tadi sudah ditanyakan kepada perwakilan kita, bahwa WHO masih menentukan waktu masa inkubasinya selama 14 hari. Namun tidak menutup kemungkinan, apabila nanti ada perkembangan dan dinamika, tentunya kami BNPB bersama lembaga lainnya termasuk TNI dan Kemenkes dibawah arahan Pak Menko PMK menyesuaikan," kata Doni.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini