nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal WNI Eks ISIS Stateless, Moeldoko: Pembakaran Paspor Indikatornya

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 16:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 13 337 2167958 soal-wni-eks-isis-stateless-moeldoko-pembakaran-paspor-indikatornya-HJZKpplU1H.jpg KSP Moeldoko (Foto : Okezone.com/Fahreza)

JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan status kewarganegaraan 689 WNI bekas pengikut ISIS adalah stateless atau tanpa kewarganegaraan. Menurut dia, penyematan status itu atas dasar keinginan mereka sendiri.

"Ya karena mereka sendiri yang menyatakan sebagai stateless. Pembakaran paspor adalah suatu indikator," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Mantan Panglima TNI itu menuturkan, saat ini pemerintah masih melakukan verifikasi data identitas ratusan WNI tersebut. Hal itu dilakukan untuk mencegah dan menangkal mereka yang berupaya masuk ke Indonesia melalui jalur-jalur ilegal.

"Setelah kita data, pasti kita akan mewaspadai tempat-tempat yang menjadi 'perembesan'. Kita sudah antisipasi dengan baik maka dari Imigrasi, dari seluruh aparat yang berada di border, perbatasan, akan memiliki awareness yang lebih tinggi," tuturnya.

Baca Juga : Sensus Penduduk 2020, Pakai Cara Online & Tradisional

Diwartakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan memulangkan WNI bekas pengikut ISIS atau teroris pelintas batas. Namun demikian, Jokowi memerintahkan jajarannya mengidentifikasi 689 orang kombatan itu.

"Saya perintahkan agar itu diidentifikasi satu per satu 689 orang yang ada di sana. Nama dan siapa berasal dari mana sehingga data itu komplit. Sehingga cegah tangkal bisa dilakukan di sini kalau data itu dimasukkan ke imigrasi. Tegas ini saya sampaikan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu 12 Februari 2020.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini