nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Sudah Antisipasi WNI Eks ISIS Menyelinap Masuk ke Indonesia

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 16:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 13 337 2167955 pemerintah-sudah-antisipasi-wni-eks-isis-menyelinap-masuk-ke-indonesia-Gzd9Ksejaj.jpg KSP Moeldoko. (Foto : Dok Okezone.com)

JAKARTA – Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, aparat keamanan akan meningkatkan kewaspadaan di berbagai pintu masuk Indonesia untuk mengantisipasi masuknya WNI bekas pengikut ISIS.

Pemerintah telah memutuskan tak akan memulangkan 689 orang WNI eks ISIS karena itu akan membahayakan 267 juga masyarakat Indonesia.

"Kita akan mewaspadai tempat-tempat yang menjadi 'perembesan'. Kita sudah antisipasi dengan baik maka dari Imigrasi, dari seluruh aparat yang berada di border, perbatasan, akan memiliki awareness yang lebih tinggi," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Moeldoko menjelaskan, 689 orang WNI bergabung dengan ISIS atas kehendaknya sendiri. Ketika mereka nekat kembali ke Tanah Air, akan dilakukan penegakan hukum.

Moeldoko. (Foto : Okezone.com)

"Jadi karena mereka ke sana dalam rangka gabung dengan ISIS sebuah organisasi terrorism itu sudah masuk kategori, begitu pulang ada langkah-langkah penegakan hukum. Nanti bagaimana kelanjutannya pasti seperti apa yang berjalan di Indonesia," ujarnya.

Pemerintah saat ini tengah memverifikasi identitas ratusan kombatan tersebut. Verifikasi data dilakukan untuk mencegah dan tangkal (cekal) supaya mereka tidak bisa masuk ke Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan memulangkan WNI bekas pengikut ISIS atau teroris pelintas batas. Namun, Jokowi memerintahkan jajarannya mengidentifikasi 689 orang kombatan itu.


Baca Juga : Pimpinan Komisi III Dukung Pemerintah Buka Peluang Pulangkan Anak WNI Eks ISIS

"Saya perintahkan agar itu diidentifikasi satu per satu 689 orang yang ada di sana. Nama dan siapa berasal dari mana sehingga data itu komplit. Sehingga cegah tangkal bisa dilakukan di sini kalau data itu dimasukkan ke imigrasi. Tegas ini saya sampaikan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu 12 Februari 2020.


Baca Juga : PKS Sepakat dengan Presiden Jokowi Tidak Akan Pulangkan Eks ISIS

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini