Verifikasi WNI Eks ISIS Perlu Waktu 4 Bulan

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 13 Februari 2020 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 13 337 2167845 verifikasi-wni-eks-isis-perlu-waktu-4-bulan-um9DZIKMmW.jpg Moeldoko (Foto : Okezone)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakakan, pemerintah merencanakan verifikasi data dan identitas WNI bekas pengikut ISIS selama tiga hingga empat bulan. Setelah rampung memverifikasi, pemerintah akan meningkatkan kewaspadaan terhadap mereka.

"Direncanakan antara 3-4 bulan," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Mantan Panglima TNI itu menjelaskan, verifikasi data penting dilakukan untuk mencegah dan menangkal WNI eks ISIS yang berupaya masuk ke Indonesia melalui jalur-jalur ilegal.

"Setelah kita data pasti kita akan mewaspadai tempat-tempat yang menjadi 'perembesan'. Kita sudah antisipasi dengan baik. Maka dari imigrasi, dari seluruh aparat yang berada di border, perbatasan, akan memiliki awareness yang lebih tinggi," tuturnya.

Diwartakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan memulangkan WNI bekas pengikut ISIS atau teroris pelintas batas. Namun demikian, Jokowi memerintahkan jajarannya mengidentifikasi 689 orang kombatan itu.

Identifikasi dan verifikasi jumlah serta identitas para kombatan diperlukan untuk mengambil suatu tindakan, yakni cegah tangkal alias cekal. Dengan demikian, ratusan kombatan tersebut tidak bisa masuk ke Indonesia.

Baca Juga : Pemerintah Pastikan Eks ISIS Asal Indonesia Sudah Tak Punya Kewarganegaraan

"Saya perintahkan agar itu diidentifikasi satu per satu 689 orang yang ada di sana. Nama dan siapa berasal dari mana sehingga data itu komplit. Sehingga cegah tangkal bisa dilakukan di sini kalau data itu dimasukkan ke imigrasi. Tegas ini saya sampaikan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu 12 Februari 2020.

Jokowi menjelaskan, alasan pemerintah tidak bisa memulangkan WNI eks ISIS maupun teroris pelintas batas yakni demi keamanan 267 juta masyarakat Indonesia. Pemerintah mengutamakan keselamatan di dalam negeri ketimbang ambil resiko memulangkan para kombatan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini