nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Observasi 238 WNI dari China di Natuna Akan Diputuskan 15 Februari

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 07:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 13 337 2167646 hasil-observasi-238-wni-dari-china-di-natuna-akan-diputuskan-15-februari-Kp2c0fLm1F.jpg WNI di Natuna yang Dievakusi dari China (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Sebanyak 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China, masih menjalani masa observasi di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Hasil observasi ratusan WNI itu akan diputuskan pada Sabtu, 15 Februari 2020 pukul 12.00 WIB.

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Dr Achmad Yurianto mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan Rapat Koordinasi (Rakor) di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Selasa, 11 Februari 2020.

"Hasil rapat di Kemenko PMK, selasa kemarin, diputuskan bahwa akhir observasi tanggal 15 hari Sabtu jam 12.00, siang. Bukan tanggal 16. Itu keputusan rapat di PMK," ujar Achmad Yurianto saat berbincang dengan Okezone lewat sambungan telepon, Kamis (13/2/2020).

Natuna

Baca Juga: Mahfud MD: Negara Hadir Lindungi Natuna dari Virus Korona

Yurianto mengaku belum mengetahui dengan pasti kapan ratusan WNI itu akan dipulangkan ke kediamannya masing-masing setelah hasil observasinya diputuskan. Yurianto saat ini sudah berada di Natuna untuk membahas pemulangan ratusan WNI itu.

"Saya hari ini ada di Natuna untuk membicarakan tekhnis pemulangannya," ujarnya.

Sekadar informasi, sebanyak 238 WNI dievakuasi dari Wuhan, China ke Indonesia menyusul maraknya virus covid-19. Virus itu dideteksi berasal dari kota Wuhan dan telah berdampak pada meninggalnya ratusan orang.

Mereka kemudian dikarantina dan diobservasi di Natuna sebelum nantinya dipulangkan ke kediamannya masing-masing. Sejauh ini, ratusan WNI itu dalam keadaan sehat dan hasilnya masih menunjukkan negatif virus covid-19.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini