nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Panggil Kalapas Kelas II B Kuala Simpang Aceh Tamiang

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 11:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 12 337 2167198 kpk-panggil-kalapas-kelas-ii-b-kuala-simpang-aceh-tamiang-CAbE1XmXmK.jpg Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Dok Okezone/Puteranegara Batubara)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Lapas Kelas II B Kuala Simpang Aceh Tamiang, Davy Bartian. Ia bakal dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap jual-beli fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin.

Selain itu KPK juga memanggil pegawai Lapas Kelas I Sukamiskin, Joaquin Lucio. Mereka bakal diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Baca juga: KPK Panggil 2 Kalapas Dalami Suap Jual-Beli Fasilitas Lapas Sukamiskin 

"Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (12/2/2020).

Kemudian KPK juga memanggil Pegawai Lapas Kelas I Cirebon, Erlan Kartasasmita. Dia akan diperiksa sebagai saksi atas tersangka Rahadian Azhar.

Selanjutnya, penyidik lembaga antikorupsi juga memanggil Rahadian Azhar untuk diperiksa.

KPK melakukan pengembangan terkait kasus dugaan jual-beli fasilitas di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Dalam proses penyelidikan, KPK menemukan adanya keterlibatan pihak lain.

Terkait kasus ini, KPK menetapkan lima tersangka. Mereka adalah Wahid Husen dan Deddy Handoko yang merupakan mantan kepala Lapas Sukamiskin, terpidana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar, dan Fuad Amin.

Untuk tersangka Fuad Amin saat ini telah meninggal dunia. Maka itu, tuntutan pidana kepada Fuad Amin dihentikan.

Baca juga: Dokter Kanwil Kemenkumhan Jabar Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap di Lapas Sukamiskin 

Dalam proses penyidikan ini, KPK menduga bahwa telah terjadi pemberian beberapa mobil mewah dari narapidana kepada Kalapas Sukamiskin ketika itu.

Pemberian dari narapidana kepada Kalapas Sukamiskin tersebut diduga kuat agar warga binaan mendapatkan fasilitas yang mewah dan bebas keluar masuk dari balik jeruji besi.

Dalam perkara ini, Wahid Husen dan Deddy Handoko disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Baca juga: Kasus Suap Jual-Beli Fasilitas, Eks Kalapas Sukamiskin Diperiksa KPK 

Lalu untuk Wawan dan Fuad Amin dijerat Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sedangkan Rahadian disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga: KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Suap Jual-Beli Fasilitas Lapas Sukamiskin 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini