nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Panggil Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat Terkait Harun Masiku

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 11:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 12 337 2167178 kpk-panggil-sekretaris-kpu-provinsi-papua-barat-terkait-harun-masiku-TXjfftfl1o.JPG Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, RM. Thamrin Payapo hari ini dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap penetapan anggota DPR RI pergantian antarwaktu (PAW).

Dalam jadwal pemeriksaan yang dirilis KPK, Thamrin akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dari tersangka Harun Masiku (HM).

"Yang bersangkutan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Secara bersamaan, penyidik lembaga antirasuah juga melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi lainnya dari pihak swasta dalam perkara ini. Mereka adalah Nurhasan dan Donny Tri Istiqomah.

Kedua saksi itu akan digali keterangannya untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka eks komisioner KPU Wahyu Setiawan (WS). "Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi," ujar Ali.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses pergantian antarwaktu (PAW) di DPR RI. Empat tersangka tersebut yakni, mantan komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE), mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Kemudian, calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Namun, saat ini KPK baru menahan Wahyu Setiawan, Saeful, dan Agustiani Tio Fridelina. Sedangkan Harun Masiku, saat ini masih diburu oleh KPK. KPK sudah mendaftarkan Harun Masiku ke Polri sebagai buronan.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun Wahyu baru akan menerima Rp600 juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp600 juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp200 juta dari total Rp400 juta. Sedangkan sisanya Rp200 juta diduga digunakan pihak lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini