nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Majelis Kehormatan Gerindra Panggil Andre Rosiade soal Jebakan PSK

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 07:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 11 337 2166456 majelis-kehormatan-gerindra-panggil-andre-rosiade-soal-jebakan-psk-NqjSE0KJdj.jpg Andre Rosiade

JAKARTA - Majelis Kehormatan Partai Gerindra akan memanggil Andre Rosiade terkait penggerebekan Pekerja Seks Komersil (PSK) di Padang, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ahmad Sufmi Dasco menyatakan bahwa pemanggilan anggota Komisi VI DPR RI tersebut guna meminta klarifikasi dan apakah ada dugaan pelanggaran yang dilakukan Andre.

"Andre Rosiade akan dimintai klarifikasi besok (hari ini) semua hal terkait kejadian di Sumatera Barat oleh Majelis Kehormatan Gerindra," kata Dasco kepada wartawan, Senin (10/2/2020).

Terkait apakah Andre akan dikenai sanksi oleh Gerindra, Dasco enggan menduga-duga sebelum mendengarkan langsung penjelasan dari Andre. Setelah ada penjelasan nantinya baru diputuskan apakah ada sanksi dari partai terkait peristiwa tersebut.

"Dilihat besok (hari ini) setelah klarifikasi baru disimpulkan apakah kemudian ada langkah-langkah selanjutnya atau tidak," paparnya.

Adapun kata Dasco, proses pemanggilan klarifikasi itu sendiri akan dihadiri Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. "Andre juga akan dipanggil dan diberikan arahan oleh DPP melalui Pak Muzani sebagai sekjen," sambungnya.

Baca Juga : Suami Bunuh Istri dengan Modus Pura-Pura Dibegal

Seperti diketahui, Andre Rosiade memotori aksi penggerebekan kasus prostitusi online di sebuah kamar hotel di Padang, Sumatera Barat. Pada penggerebekan tersebut, seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial NN (26) ditangkap polisi.

Bukan hanya NN, polisi juga menangkap muncikarinya berinisial A (24). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Undang-Undang Nomor 19 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Namun, penangkapan NN menuai kritik dari berbagai elemen masyarakat lantaran diduga ada unsur politik. (Aky)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini