Suap Bupati Pakpak Bharat, 2 Kontraktor dan Seorang PNS Divonis 2 Tahun Penjara

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Senin 10 Februari 2020 21:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 337 2166397 suap-bupati-pakpak-bharat-2-kontraktor-dan-seorang-pns-divonis-2-tahun-penjara-fXGhnytkPY.jpg Tersangka Suap Bupati Pakpak Bharat (Foto: Okezone/Wahyudi)

MEDAN - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, menjatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun kepada tiga orang terdakwa penyuap Bupati Kabupaten Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu.

Ketiga orang yang dihukum adalah dua orang kontraktor dan seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS). Kedua kontraktor yakni Wakil Direktur CV Wendy, Anwar Fuseng Padang (40) dan pengusaha Dilon Bancin. Sementara satu lainnya yakni Gugung Banurea, merupakan PNS di Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat.

Vonis terhadap ketiganya dibacakan dalam persidangan terpisah yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Azwardi Idris di Pengadilan Negeri Medan, Senin (10/2/2020).

Anwar Fuseng disidang sendirian. Sementara Dilon dan Gugung yang masih memiliki hubungan kekerabatan, disidang bersamaan.

Ketiganya dinyatakan terbukti telah melakukan perbuatan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Korupsi

Baca Juga: 3 Tersangka Baru Terkait Suap Bupati Pakpak Bharat Langsung Dipenjara

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut. Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun," sebut Azwardi Idris.

Selain hukuman penjara, majelis hakim juga membebani ketiga terdakwa dengan denda masing-masing Rp100 juta, subsider dengan 3 bulan kurungan.

Putusan majelis hakim hampir sama dengan tuntutan yang diajukan jaksa. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum KPK meminta agar ketiganya dihukum 2 tahun penjara dan denda Rp100 subsider 6 bulan kurungan.

Menyikapi putusan ini, para terdakwa menyatakan pikir-pikir, begitu pula dengan JPU.

Perkara ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK di Medan pada November 2018 lalu. Saat itu petugas KPK menangkap Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali.

David ditangkap saat membawa uang suap senilai Rp300 juta dari Anwar Fuseng untuk diserahkan ke Bupati Remigo. Atas penangkapan itu, Remigo bersama para tersangka lainnya ditangkap. Termasuk Dilon dan Gugung yang memberikan suap senilai Rp720 juta. Mereka kemudian diamankan dan ditahan.

Remigo sudah diadili dan dinyatakan bersalah menerima suap senilai Rp1,6 miliar. Remigo dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp650 juta subsider 4 bulan kurungan. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian kepada negara Pemkab Pakpak Bharat sebesar Rp1,23 miliar.

Bukan hanya itu, hak politiknya juga dicabut. Dia tidak boleh dipilih sebagai pejabat publik atau memilih selama 4 tahun setelah menjalani pidana pokok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini