Jeritan Penumpang Kapal yang Terjatuh Picu Aksi Heroik 7 Prajurit Kostrad di Tengah Laut

Tim Okezone, Okezone · Senin 10 Februari 2020 20:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 337 2166365 jeritan-penumpang-kapal-yang-terjatuh-picu-aksi-heroik-7-prajurit-kostrad-di-tengah-laut-aLrZmLQxEc.jpg Ilustrasi Tenggelam (Foto: Okezone)

JAKARTA - Aksi heroik tujuh Prajurit Kostrad terjadi dalam proses penyelamatan penumpang Kapal Leuser yang terjatuh di Laut Banda. Aksi tersebut dilakukan para prajurit di tengah arus dan gelombang air yang besar.

Kepala Penerangan Kostrad, Kolonel Inf Adhi Giri Ibrahim menjelaskan, aksi tersebut spontan dilakukan saat korban yang bernama Dedi Bagus Setiawan (24) terombang ambing di tengah laut. Peristiwa itu diketahui terjadi Minggu 9 Februari 2020 sekira pukul 16.45 WITA saat Kapal Leuser menjuju Timika, Papua.

"Saat kapal berada di tengah laut, terdengar dari kejauhan suara ramai orang-orang histeris dan berteriak-teriak serta menunjuk ke arah laut, ternyata salah seorang penumpang terjatuh ke laut dan berteriak minta pertolongan," tulis Adhi dalam rilis tertulisnya kepada Okezone, Senin (10/2/2020).

"Setelah salah satu prajurit mendekat untuk melihat kejadian, dengan diikuti keenam orang lainnya. Mereka spontan melepas seragamnya, lalu ikut terjun ke laut guna menyelamatkan korban," terang Adhi Giri.

Aksi Heroik

Baca Juga: Panglima TNI: Prajurit Kostrad Laksana Senjata Cakra yang Tiada Tanding

Lebih lanjut dikatakan, beruntungnya kejadian belum terlalu lama, sehingga meski ombak di lautan sangat deras, ketujuh prajuritnya yang terjun ke laut dapat dengan cepat menyelamatkan korban.

"Ketujuh prajurit tersebut, yaitu Prada Wiliam, Prada Laode, Prada Lahasdin, Prada Musa, Prada Marman, Prada Wahyudi dan Prada Arjan, seluruhnya berdinas di Brigif 20/3 Kostrad," tuturnya.

"Mereka sedang melakukan pergeseran pasukan dari Makassar menuju ke Timika, dengan menggunakan Kapal Leuser," tambahnya.

Setelah korban berhasil diselamatkan dan dinaikkan kembali ke atas kapal, selanjutnya korban dibawa ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

"Beruntungnya korban dapat diselamatkan dengan cepat, sehingga tidak timbul korban jiwa maupun luka-luka lainnya. Atas kejadian ini, saya sangat mengapresiasi atas tindakan yang telah dilakukan para prajurit," urainya.

"Tanpa melihat risiko yang akan dialami, mereka secara spontan terpanggil untuk membantu sesama, ini patut diapresiasi dan dapat dijadikan sebagai contoh yang patut ditiru oleh para prajurit lainnya," tandasnya.

Terpisah, senada dengan Adhi Giri, Danbrigif 20/3 Kostrad, Kolonel Inf Charles B.P. Sagala membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi ketika anggotanya tersebut dalam perjalanan dari Divisi-3/Kostrad menuju menuju satuan yang dipimpinnya di Timika.

"Seluruh prajurit berpangkat Prajurit Dua (Prada), mereka merupakan tamtama remaja baru yang akan masuk ke satuan baru di Brigif 20/3 Kostrad," terangnya.

Aksi Heroik

Prada Wiliyam Keni Muai, Musa Andi Rumaikeuw dan La Hasdin, lanjut Sagala, sebelum di Divisi-3/Kostrad, ketiganya berasal dari Rindam XVIII/Ksr, sedangkan Prada Marman dan La Ode Abdul Rahman berasal dari Rindam XVII/Cen, sementara itu, Prada Wahyudi dan Arjan Sibela masing-masing dari Rindam XIV/Hsn dan XVI/Ptm.

"Sebagai Dansat (Komandan Satuan), bersyukur karena seluruh personel selamat. Kita bangga dan mengapresiasi atas tindakan mereka yang sangat luar biasa," tegas lulusan Akmil tahun 1997 ini.

Sementara itu, salah satu saksi mata, Andreas yang juga merupakan salah satu penumpang menjelaskan kronologi saat dirinya melihat korban terjatuh ke tengah laut.

"Awal mula kejadian sekira pukul 16.45 WITA, saya melihat korban berada di pinggir kapal, lalu tiba-tiba terjatuh ke laut. Kemudian, saya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan kapal," terangnya.

"Setelah itu, kemudian kapal memutar balik kearah korban yang terjatuh, dan saat itu pula bapak-bapak TNI langsung terjun ke laut, mendekati dan menyelamatkan korban," tandasnya.

Dari identitas, korban diketahui bernama Dedi Bagus Setiawan (24), merupakan warga Raha, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Atas kejadian tersebut, tidak ada luka-luka yang dideritanya dan hanya mengalami syok ringan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini