Berangus Match Fixing, Satgas Antimafia Bola Akan Sinergitas dengan PSSI

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 10 Februari 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 337 2166334 berangus-match-fixing-satgas-antimafia-bola-akan-sinergitas-dengan-pssi-ZbyvWQHQyR.jpg Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Setelah kembali diaktifkan oleh Kapolri Jenderal Idham Azis, Satgas Antimafi Bola Jilid III akan melakukan rapat kerja (raker) dengan Kemenpora dan PSSI. Sinergitas antar-lembaga itu bertujuan untuk berangus match fixing atau pengaturan skor persepakbolaan Indonesia.

"Akan melaksanakan rapat kerja antara Satgas antimafia bola dengan Kemenpora RI & PSSI pada Kamis 13 Februari 2020," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono dikantornya, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).

 Baca juga: Satgas Antimafia Bola Jilid III Akan Awasi Perekrutan Pemain Piala Dunia U20

Usai diaktifkan, Satgas antimafia bola Jilid III telah melaksanakan rapat yang dipimpin oleh Kasatgas antimafia bola Brigjen Hendro Pandowo, di Posko Satgas AMB Polda Metro Jaya.

Menurut Argo, Satgas tersebut dibentuk atas tingginya ekpektasi masyarakat atas persepakbolaan Indonesia yang bersih, bermartabat dan berprestasi serta keberhasilan dalam meningkatkan Public Trust Polri.

"Sehingga Bapak Kapolri memerintahkan Satgas AMB diperpanjang penugasannya menjadi Satgas tahap III," ucap Argo.

 Baca juga: Satgas Anti Mafia Bola Jilid III Kembali Aktif, Ini Tugasnya

Apalagi, terakhir Satgas Jilid II telah menyelesaikan kasus pengaturan skor sepak bola Liga 3 antara Perses (Sumedang) VS Persikasi.

"Satgas AMB III bertugas menyelesaikan tunggakan perkara diantaranya perkara Vigit Waluyo dan Menangkap 2 DPO kasus suap Perses Sumedang vs Persikasi Bekasi," tutur Argo.

Dalam perjalanannya, Satgas antimafia bola telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor. Mereka adalah mantan Ketua Asprov PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari yang merupakan wasit futsal.

Kemudian, Satgas Antimafia Bola Polri kembali menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia.

Tak hanya itu, polisi juga telah menetapkan eks manajer PS Mojokerto Vigit Waluyo dalam perkara ini. Selain itu, polisi juga menjerat Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri).

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini