BNPB : 455 Bencana Terjadi sejak Awal 2020

Achmad Fardiansyah , Okezone · Senin 10 Februari 2020 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 337 2166197 bnpb-455-bencana-terjadi-sejak-awal-2020-f3jqCVmlGi.jpg Banjir di Jalan Karet Pasar Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu 1 Januari 2020. (Foto : Dok Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA – Sebanyak 455 bencana terjadi sejak awal tahun 2020 hingga 10 Februari 2020, berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jumlah itu didominasi bencana hidrometeorologi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, mengatakan bencana hidrometeorologi yang merupakan dipengaruhi cuaca mengakibatkan korban meninggal dunia 94 orang dan hilang 2 orang.

Agus mengatakan, bencana hidrometeorologi yang paling banyak terjadi adalah banjir. Sejak awal tahun, kata Agus, terjadi 171 banjir, disusul puting beliung 155 kejadian, tanah longsor 98 kejadian, dan gelombang pasang (abrasi) dua kejadian.

Ia mengatakan, berdasarkan catatan BNPB dari awal tahun hingga 10 Februari 2020 ini, bencana banjir memberikan dampak paling besar dibandingkan bencana lain.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo (Foto : Okezone.com)

“Dari sejumlah kejadian ini, banjir yang paling banyak mengakibatkan korban meninggal dunia, yaitu 86 orang, disusul tanah longsor 5 (orang-red) dan puting beliung 3 (orang-red),” kata Agus dalam keterangan tertulis, Senin (10/2/2020).

BPNB juga mencatat bencana selain hidrometeorolgi sejak awal tahun hingga 10 Februari 2020 seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan gempa.

“Karhutla 28 kejadian dan gempa bumi 1. Total jumlah kejadian bencana sepanjang awal tahun Januari hingga minggu ketiga Februari 2020 berjumlah 455 kejadian,” tutur Agus.

Sementara itu, pada 8 Februari lalu, BMKG menyatakan berdasarkan analisis spasial distribusi curah hujan, perkembangan musim hujan hingga akhir Januari 2020, 99 % wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Sementara 1% wilayah masih musim kemarau.

Beberapa wilayah yang sudah memasuki musim hujan meliputi Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Bali, NTB, sebagian NTT, Pulau Kalimantan, sebagian besar Sulawesi Utara, Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Barat, sebagian besar Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Hujan disertai angin kencang akibatkan belasan rumah di Banjarmasin rusak. (iNews TV/Deni M Yunus)

BMKG juga merilis prakiraan curah hujan harian dengan intensitas sedang hingga lebat hingga 13 Februari 2020. Hujan dengan instensitas sedang hingga lebat itu berpotensi terjadi di Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Sehubungan dengan fenomena alam terkait iklim dan cuaca, masyarakat diimbau selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi ancaman bahaya, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang maupun petir.

“Masyarakat dapat terus memantau informasi prakiraan cuaca maupun informasi kewaspadaan terkait cuaca yang dikeluarkan BMKG, BNPB dan BPBD,” tutur Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini