Share

70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Australia, Ini Harapan Jokowi

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 10 Februari 2020 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 337 2166005 70-tahun-hubungan-diplomatik-indonesia-australia-ini-harapan-jokowi-1etQG0SA6r.jpg Jokowi bertemu PM Australia Scott Morrison. (Foto: Biro Pers Setpres/Muchlis Jr)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison di Gedung Parlemen Australia di Canberra, Senin (10/2/2020). Pertemuan bilateral ini bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia.

Berdasarkan keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jokowi menyatakan selama 70 tahun, banyak hal yang telah dicapai oleh kedua negara. Ia pun berharap hubungan Indonesia-Australia lebih kokoh ke depannya.

"Namun kita harus terus bekerja keras untuk hubungan yang lebih kokoh ke depan," kata Jokowi dalam pertemuan di Prime Minister's Suite itu.

Selanjutnya untuk memperkuat kerja sama tersebut, kata Jokowi, dibutuhkan pondasi yang lebih kuat dengan saling percaya dan saling menghormati. Jokowi mengajak Australia untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan saling menghormati sebagai modal besar bagi hubungan kedua negara yang kokoh.

(Foto: Biro Pers Setpres/Muchlis Jr)

"Saya kira sudah banyak masalah yang saya sampaikan tadi malam dan dalam pertemuan tête-à-tête tadi banyak menyelesaikan masalah di antara kita, terutama yang berkaitan dengan perdagangan, investasi, dan pariwisata," ujar Jokowi.

Baca juga: 21 Dentum Meriam Sambut Presiden Jokowi di Canberra Australia

Selepas pertemuan bilateral, Jokowi dan PM Morrison menyaksikan penandatanganan dua nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), yakni Plan of Action of Indonesia-Australia Comprehensive Strategic Partnership yang ditandatangani oleh Menlu RI dan Menlu Australia, serta MoU concerning Transportation Security Cooperation yang ditandatangani oleh Menhub RI dan Menhub Australia.

(Foto: Biro Pers Setpres/Muchlis Jr)

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam Mahfud MD; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto; Menteri Luar Negeri Retno Marsudi; Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi; Menteri Perdagangan Agus Suparmanto; Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko; dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia.

Selain itu, turut pula Duta Besar Indonesia untuk Australia Yohanes Legowo, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu Desra Percaya, dan Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini