nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puncak Musim Hujan, BNPB Instruksikan BPBD Siapkan Jalur Evakuasi

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 09:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 10 337 2165939 puncak-musim-hujan-bnpb-instruksikan-bpbd-siapkan-jalur-evakuasi-EFhmCQu1fj.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Puncak curah hujan di Indonesia diprediksi akan terjadi pada pekan ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan rekomendasi terhadap BPBD terkait menghadapi cuaca ekstrem yang akan dihadapinya.

Kepala Pusat Data dan Informasi, dan Hubungan Massyarakat BNPB, Agus Wibowo mengatakan, berdasarkan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terkait beberapa wilayah di Indonesia, yang berpotensi hujan lebat yang disertai angin kencang kilat. BNPB meminta agar BPBD dan masyarakat selalu sigap dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem seperti banjir dan longsor.

“Meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan banjir, banjir bandang dan tanah longsor,” katanya kepada Okezone.com, Senin (10/2/2020).

Selain itu, Agus juga meminta kepada seluruh jajaran BPBD melakukan sosialisasi jalur evakuasi dan mendirikan pos darurat untuk masyakat, apabila di wilayah tersebut mengalami dampak dari cuaca ekstrem.

“Mengaktifkan rencana kontingensi, mensosialisasikan jalur evakuasi, menyiapkan tempat evakuasi dan apabila diperlukan dapat menetapkan status siaga darurat serta mengaktifkan Pos Komando Siaga Darurat Bencana,” tuturnya.

Baca Juga: BMKG: Puncak Musim Hujan di Jakarta Terjadi Februari 2020

Kemudian, setelah melakukan evakuasi. BPBD juga diminta terus melakukan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti BMKG, PU/SDA/BWS, BIG, dinas kesehatan dan dinas sosial di kabupaten maupun kota setempat.

“Melakukan monitoring dan mendapatkan informasi potensi ancaman dan melakukan penyebarluasan informasi peringatan dini bahaya banjir, banjir bandang dan tanah longsor sampai kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah yang risiko tinggi,” tutupnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini