nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Merasa Dihina, FPI Polisikan Ade Armando

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 06:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 10 337 2165884 merasa-dihina-fpi-polisikan-ade-armando-83YLwDxQK8.jpg Ade Armando (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) akan melaporkan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando ke Bareskrim Mabes Polri. Ia dilaporkan lantaran dianggap telah menghina FPI di sebuah acara talkshow di media sosial youtube.

Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar mengatakan, laporan tersebut akan disampaikan hari ini, Senin (10/02/2020). "Iya benar, besok (hari ini) kami ke Bareskrim jam 13.00 WIB siang," kata Aziz saat dikonfirmasi Okezone.

Aziz mengatakan, ucapan Ade Armando telah masuk dalam unsur ujaran kebencian. Dimana ia menyebut bahwa FPI sebagai organisasi preman serta melontarkan kalimat umpatan yang kasar.

"FPI itu organisasi preman. Dan beberapa pernyataan yang tendensinya menghina dan provokatif pada sebuah acara talkshow," ungkapnya.

Perkataan tersebut kata Azis, telah menyinggung perasaan keluarga besar FPI. Padahal FPI merupakan organisasi legal di Indonesia. "Hal tersebut sangat mencederai kehidupan berbangsa dan bermasyarakat di Indonesia dan juga berdampak buruk jika tidak segera ditindaklanjuti melalui jalur hukum," tambahnya.

Rencananya, dalam laporan itu sendiri Azis akan membawa barang bukti berupa rekaman dan link youtube acara talkshow tersebut. "Nanti kita bawa CD berisi youtube dan link," tandasnya.

Bedasarkan penelusuran, video talkshow tersebut diunggah oleh akun youtube realita TV berjudul "Rocky Gerung komentar soal twitter Laoly no hijab day Ade Armando Part 1".

Video talkshow itu berdurasi 15 menit 46 detik. Awalnya seorang presenter bernama Rahma Sarita bertanya pada Ade Armando perihal perusakan balai pertemuan umum atau Musala di Perum Griya Agape, Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Menurut sang presenter Ade tidak aktif dalam menyuarakan perusakan padahal dirinya sering menggaungkan persoalan intoleransi. Singkatnya Ade pun menjawab bahwa penanganan kerusakan itu cepat diselesaikan oleh aparat kepolisian.

"Negara sudah berperan melakukan sesuatu. Dalam kasus di Mihasa ini orangnya sudah ditangkep ko jadi ya enggak ada masalah," tuturnya.

Baca Juga : Waspada Penyebaran Virus Korona, Petugas Pelabuhan Periksa Bawang Putih dari China

Ade menilai bahwa perusakan balai pertemuan di Minahasa tersebut dilakukan oleh para preman. Ia kemudian menyamakan perusakan itu seperti yang dilakukan oleh FPI.

"Yang namanya pereman bergama itu di mana-mana, sama dengan FPI itu juga, kelompok yang Minahasa itu juga. Merekalah yang akan menghancurkan bangsa ini," kata Ade.

Sang presenter pun meluruskan, bahwa mungkin maksud Ade adalah oknum FPI yang melakukan perusakan. Namun Ade menegaskan kembali bahwa FPI merupakan organisasi preman. "Kalau buat saya sih FPI itu oragnisasi preman b***s*t. Memang enggak bisa diterima," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah Ade Armando mengaku tak mempersoalkan rencana laporan tersebut. Menurutnya FPI, tak pantas tersinggung dengan ucapan tersebut, sebab organisasi pimpinan Habib Rizieq Shihab itu dinilai memang bermasalah.

"Tidak masalah (dilaporkan). FPI tidak pantas tersinggung karena memang FPI oraganisasi bermasalah," saat dikonfirmasi Okezone.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini