Penumpang Mendadak Buka Jendela Darurat, Penerbangan Wings Air Tertunda Hampir 3 Jam

INews.id, · Minggu 09 Februari 2020 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 09 337 2165693 penumpang-mendadak-buka-jendela-darurat-penerbangan-wings-air-tertunda-hampir-3-jam-xzzVkSqLnO.jpeg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Seorang penumpang pesawat Wings Air secara tiba-tiba membuka jendela darurat (emergency exit window). Pria yang diketahui berinisial PMP (30) bernomor kursi 1F itu membuka jendela darurat sebelah kanan saat pesawat sedang bersiap lepas landas (take off) dari Bandara Sepinggan, Balikpapan menuju Bandara Robert Atty Bessing, Malinau.

Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro menyebutkan, penerbangan pesawat IW-1478 sebenarnya sudah dipersiapkan dengan baik. Wings Air mengoperasikan ATR 72-600 registrasi PK-WHY dengan empat awak pesawat serta akan menerbangkan 43 tamu atau penumpang.

Akibat peristiwa itu seluruh penumpang terpaksa diturunkan dan diarahkan kembali ke ruang tunggu keberangkatan. Dengan kondisi tersebut, keberangkatan Wings Air yang seharusnya berangkat pada Sabtu 8 Februari 2020 pukul 08.15 Wita harus tertunda hampir tiga jam.

Pesawat tersebut baru take off pukul 11.00 WITA dengan pesawat Wings Air lain dengan nomor registrasi PK-WGO. Sedangkan pesawat tiba di Malinau pukul 12.30 Wita.

Penumpang tersebut kini telah diserahkan ke pihak kepolisian dan otoritas bandara untuk diperiksa lebih lanjut. Wings Air mengimbau seluruh penumpang untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan, baik di darat maupun saat mengudara.

"Tindakan yang dilakukan oleh penumpang indisipliner atau unruly/disruptive passenger akan mendapatkan sanksi tegas dan memiliki konsekuensi hukum," kata Danang, melansir laman iNews.id, Minggu (9/2/2020).

Penumpang tersebut lanjut dia, dapat disangkakan melanggar Pasal 54 Undang-undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan. Adapun ancaman hukuman sebagaimana diatur dalam Pasal 142 yaitu berupa hukuman kurungan penjara maksimal 2 tahun dan denda Rp500 juta.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini