nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MKD DPR Belum Terima Laporan Terkait Aksi Andre Rosiade Menggerebek PSK

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2020 07:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 08 337 2165275 mkd-dpr-belum-terima-laporan-terkait-aksi-andre-rosiade-menggerebek-psk-7116WYp1MD.jpg Wakil Ketua MKD, Saleh Daulay.

JAKARTA - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI belum menerima laporan terhadap Anggota DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade. Andre tengah jadi sorotan usai menggerebek NN, seorang pekerja seks komersial (PSK) di sebuah hotel di Padang, Sumatera Barat.

“Saya belum mendapat laporan dari sekretariat MKD terkait dengan adanya pengaduan soal hal tersebut. Sejauh ini, sepertinya belum ada pihak yang melaporkan,” kata Wakil Ketua MKD, Saleh Partaonan Daulay saat dihubungi Okezone, Sabtu (8/2/2020).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan secretariat akan langsung memberi laporan kepada pimpinan MKD jika menerima laporan dari masyarakat.

“Biasanya, kalau ada laporan, pihak sekretariat melaporkan ke pimpinan untuk selanjutnya disampaikan kepada seluruh anggota. Untuk yang ini, saya belum mendapat laporan. Saya kira teman-teman lain juga belum menerima laporan itu,” imbuh Saleh.

Andre Rosiade. (Foto: Ist)

Andre ikut menggerebek pekerja seks komersial (PSK) berinisial NN di sebuah hotel di Padang. Langkah anggota Komisi VI DPR itu jadi sorotan publik lantaran berdasarkan pengakuan NN, Andre diduga menjebak dirinya dan mengakibatkan ia ditangkap oleh polisi.

Andre menyatakan, sebagai anggota dewan yang mewakili rakyat, dia tak mau tinggal diam jika mengetahui adanya jaringan prostitusi. Atas alasan itulah Andre turun langsung bersama polisi untuk melakukan penggerebekan.

“Saya tidak ingin menjadi anggota DPR ya masyarakat melapor kita diam. Apa gunanya jadi pejabat? Apa gunanya jadi anggota DPR? Apalagi ini kegelisahan yang luar biasa,” kata Andre.

Selain itu, Andre menegaskan jika langkah yang diambil adalah sebuah perjuangan terhadap aspirasi masyarakat. Karena itu dia akan siap menerima risiko atas tindakannya.

“Ini bagian dari risiko perjuangan,” imbuh Andre.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini