93 Apartemen Benny Tjokro Disita Kejagung Terkait Kasus Jiwasraya

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 07 Februari 2020 20:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 337 2165152 93-apartemen-benny-tjokro-disita-kejagung-terkait-kasus-jiwasraya-Z1jthXvFYB.jpg Benny Tjokro (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penyitaan terhadap 93 unit apartemen milik dari Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro.

Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengungkapkan, penyitaan tersebut terkait dengan pengusutan kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya.

"Jumlahnya total 93 unit di Southill, Kuningan, Jakarta Selatan juga," kata Febrie di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2020).

Apartemen yang disita Kejagung terbilang mewah dan fantastis. Pasalnya, satu unit bisa mencapai nilai Rp3 miliar. Namun, apartemen yang disita sudah dalam keadaan tidak berpenghuni. Ada pula yang sudah disewakan.

"Bisa satu unit itu Rp3 Miliar minimal," ujar Febrie.

Jiwasraya

Baca Juga: Kejagung Sita 41 Kamar Apartemen Milik Tersangka Kasus Jiwasraya Benny Tjokro

Febrie menuturkan, saat ini pihaknya tengah memilah apartemen yang telah laku terjual atau disewa dan apartemen yang masih kosong.

"Kan bisa dilihat dulu, sudah ada penjualan apa belum. Kalau sudah ya harus dilindungi juga (pembeli). Bisa saja itu Tbk, kalau Tbk kan kepemilikan masyarakat juga, sehingga kita sita memang punya dia (Benny Tjokro)," jelasnya.

Seperti diketahui Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan enam tersangka pada kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Jiwasraya (Persero). Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Lalu, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan.

Dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp13,7 triliun itu, Kejaksaan Agung sebelumnya menyebut adanya 13 perusahaan yang memiliki masalah investasi berkaitan dengan kasus korupsi PT Jiwasraya (Persero).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini