Kementerian PPPA Turunkan Tim Selidiki Kasus Bullying Siswa SMP di Malang

Debrinata Rizky, Okezone · Jum'at 07 Februari 2020 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 337 2165132 kementerian-pppa-turunkan-tim-selidiki-kasus-bullying-siswa-smp-di-malang-QjDDORWR0L.jpg Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA Lenny N. Rosalin (Okezone.com/Debrinata)

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menurunkan tim khusus untuk menyelidiki kasus dugaan penganiayaan dan bullying siswa berinisial MS (12) di sebuah SMP di Kota Malang, Jawa Timur. Tim turun bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Tim kami lagi di lapangan bersama KPAI dan lainnya," kata Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny N. Rosalin saat ditemui Okezone usai diskusi tentang strategi mencegah fenomena perkawinan anak di Kantor Kementerian PPPA, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2020)

Lenny mengatakan tim Kementerian PPPA turun ke Malang untuk memastikan tindak lanjut terhadap kasus bully menimpa siswa VII SMP tersebut, sekaligus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Malang.

"Tim kami sedang dalam proses dan koordinasi dengan Pemda Kota Malang," ujarnya.

 siswi bullying

Polisi menjenguk siswa SMP di Malang korban bullying (Istimewa)

MS, siswa kelas VII sebuah SMP di Malang dianiaya dan dibully oleh teman sekolahnya, pada 15 Januari 2020. Akibatnya sekujur tubuhnya terluka. Dua ruas jari tengah tangan kanan MS harus diamputasi akibat luka.

Baca juga: Usut Kasus Bullying Siswa SMP Malang, Polisi Periksa 15 Saksi

Lenny menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, anak yang menjadi korban bullying seperti MS akan mengalami trauma berkepanjangan, sehingga butuh penanganan serius untuk pemulihan psikisnya.

"Trauma sendiri memerlukan penanganan yang tidak mudah, jadi tergantung individunya ada yang pulih cepat dan ada yang lama bertahun-tahun," kata Lenny.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini