nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pascapenetapan Tersangka Baru Jiwasraya, DPR: Kejagung Sudah Bekerja Baik

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 07 Februari 2020 17:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 07 337 2165052 pascapenetapan-tersangka-baru-jiwasraya-dpr-kejagung-sudah-bekerja-baik-LIhJN6wsA5.JPG Sufmi Dasco Ahmad. (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menetapkan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Sejuah ini, Korps Adhyaksa telah menetapkan enam tersangka dalam kasus gagal bayar perusahaan asurasi berpelat merah tersebut.

"Ya saya pikir kita apresiasi langkah Kejagung yang kemudian dikawal Panja penegakan hukum Komisi III. Kejagung terus bergerak untuk melakukan penegakan hukum, termasuk sudah ditetapkannya tersangka baru yang sudah kita sama-sama tahu menurut Kejagung terlibat atau menjadi kunci dari skandal Jiwasraya," ujar Dasco di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Menurut Dasco, Kejagung telah bekerja dengan baik terkait penegakan hukum kasus Jiwasraya tersebut. Bahkan, lanjut dia, Korps Adhyaksa telah bekerja sebelum DPR membentuk Panja Jiwasraya.

"Ya sejauh ini menurut kami Kejagung sudah bekerja dengan sangat baik. Sebelum kita bentuk Panja mereka sudah kerja, sekarang terus bekerja dan ada koordinasi yang cukup intens dengan Panja penegakan hukum Komisi III DPR RI," tuturnya.

Asuransi Jiwasraya. (Foto: Okezone/Dede Kurniawan)

Sebelumnya, Kejagung kembali menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya Joko Hartono Tirto. Penyidik langsung menahan Joko Hartono di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Hari Setiyono di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis 6 Februari 2020 malam.

Joko Hartono ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba terhitung tanggal 6 Februari sampai 26 Februari 2020. Dia diancam melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Tindak Pidana Korupsi dengan hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. Serta denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.


Baca Juga : Ini Peran Tersangka Baru Kasus Jiwasraya Joko Hartono Tirto

Selain Joko Hartono, penyidik telah menetapkan lima tersangka lainnya. Mereka adalah Komisaris PT Hanson Benny Tjokrosputro, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Tram Heru Hidayat, mantan Dirut PT Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.


Baca Juga : 5 Fakta Terbaru Kasus Jiwasraya

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini