Pemerintah Tak Ingin Buru-Buru Bangun RS Khusus Virus Menular

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 07 Februari 2020 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 337 2165026 pemerintah-tak-ingin-buru-buru-bangun-rs-khusus-virus-menular-DgoLZ01bWF.jpg Foto: Okezone.com/Fahreza Rizky

JAKARTA - Pemerintah tidak ingin buru-buru membangun rumah sakit khusus penyakit menular, seperti virus korona di suatu pulau. Pasalnya, rencana itu perlu dipertimbangkan secara matang dengan memperhatikan berbagai aspek.

"Tentu kita tidak akan gegabah, karena merespons virus korona ini kita langsung buru-buru membangun rumah sakit tanpa memerhatikan geopolitik, kesehatannya, macam-macamnya," kata Plt Deputi V Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jaleswari Pramodhawardani saat jumpa pers di kantornya, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Jaleswari menuturkan, rapat tingkat menteri (RTM) yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD pagi tadi hanyalah brainstorming mengenai rencana pembangunan rumah sakit tersebut. Dengan demikian, ia memastikan belum ada keputusan yang final.

"Jadi tadi pertemuan rapat tingkat menteri ini lebih kepada brainstorming, apakah rumah sakit apa dan lain-lain, sedang dibicarakan, itu belum final," tuturnya.

 Virus Korona

Sementara itu, Plt Deputi II KSP, Abetnego Tarigan mengatakan, rencana pembangunan rumah sakit khusus penyakit menular di suatu pulau merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah menyusul terjadinya wabah virus korona. Namun, itu baru rencana dan belum ada keputusan final.

"Membangun rumah sakit di pulau menunjukkan kesiapsiagaan kita," jelasnya.

Menko Polhukam Mahfud MD sebelumnya menyatakan, pemerintah bakal mencari pulau khusus untuk mengobservasi pasien yang terinfeksi virus menular. Di dalam pulau tersebut nantinya akan didirikan rumah sakit yang akan menangani pasien tersebut.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini