Komite Keselamatan Jurnalis Desak Polisi Usut Kekerasan terhadap Jurnalis MNC

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 07 Februari 2020 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 337 2164939 komite-keselamatan-jurnalis-desak-polisi-usut-kekerasan-terhadap-jurnalis-mnc-lfB7pKuqla.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA – Komite Keselamatan Jurnalis mendesak polisi mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis MNC Group Indra Yoserizal. Korban menjadi sasaran kekerasan para petugas keamanan PT Nusa Wana Raya (NWR) saat meliput penyerobotan lahan plasma warga di Desa Gondai, Kecamayan Langgam, Pelalawan, Riau, Rabu, 4 Februari 2020.

“Kepolisian untuk mengusut secara tuntas dan menghukum para pelaku kekerasan,” kata salah satu perwakilan Komite Keselamatan Jurnalis, Sasmito Madrim, dalam keterangannya, Jumat (7/2/2020).

Ia menyebutkan, petugas keamanan PT NWR telah melanggar UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam UU itu disebutkan dalam menjalankan profesinya, wartawan mendapatkan perlindungan hukum.

Selain itu, pihaknya mendesak PT NWR memberikan sanksi terhadap pelaku serta mengembalikan kamera milik Indra Yoserizal, dengan tidak menghapus sedikitpun karya jurnalistik yang ada di dalamnya.

“Semua pihak untuk menghormati kerja-kerja jurnalis dan memastikan keselamatan para jurnalis selama berada di lapangan,” ucapnya.

ilustrasi (Dok Okezone)

Sebagaimana diketahui, peristiwa itu bermula saat jurnalis MNC Group Indra Yoserizal bersama rekan media lainnya tiba di lokasi penyerobotan lahan plasma warga di Desa Gondai, Kecamayan Langgam, Pelalawan, Riau, Rabu, 4 Februari 2020.

Saat itu situasi memanas karena terjadi bentrokan antara warga dengan petugas keamanan PT Nusa Warna Raya (NWR).

Ketika itu Indra mendokumentasikan peristiwa kericuhan di lokasi penyerobotan lahan. Indra merekam aksi pemukulan oleh petugas keamanan PT NWR terhadap sejumlah warga.


Baca Juga : Bentrok Eksekusi Lahan di Riau, Wartawan MNC Group Dianiaya & Kamera Dirampas

Namun, tiba-tiba sejumlah petugas keamanan PT Nusa Wana Raya (NWR) menendang, memukul, bahkan menyeret Indra. Ketika kekerasan terjadi, Indra sudah menjelaskan bahwa dia bekerja sebagai jurnalis televisi. Indra mencoba berlindung di areal perkebunan namun tetap dianiaya dan kamera dirampas serta dirusak. Setelah menganiaya, para petugas keamanan ini menyekap Indra.

Kamera Indra, yang merekam bukti penganiayaan yang dilakukan oleh para petugas keamanan terhadap warga, juga belum dikembalikan. Akibat penganiayaan ini Indra mengalami luka memar di beberapa bagian badan dan tangan.


Baca Juga : IJTI Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Terhadap Jurnalis MNC

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini