nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usut Suap Wahyu Setiawan, KPK Panggil Anggota DPR dari PDIP Riezky Aprilia

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 10:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 07 337 2164736 usut-suap-wahyu-setiawan-kpk-panggil-anggota-dpr-dari-pdip-riezky-aprilia-9orDHiRaNf.JPG Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap penetapan anggota DPR pergantian antarwaktu (PAW), yang menyeret mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WSE) dan bekas caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku (HM).

Pengusutan itu ditandai dengan intensnya pemeriksaan sejumlah saksi. Salah satu saksi yang dijadwalkan diperiksa hari ini yaitu, anggota Komisi IV DPR RI asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Riezky Aprilia. Ia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Harun Masiku (HM).

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka HM," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Belum diketahui apa yang akan digali penyidik KPK terhadap pemeriksaan Riezky Aprilia. Diduga, KPK sedang mendalami proses pergantian antarwaktu (PAW) Politikus PDIP, Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia.

Untuk diketahui, PDIP memutuskan melimpahkan suara Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia ke Harun Masiku. Almarhum Nazarudin Kiemas merupakan peraih suara terbanyak di Dapil Sumatera Selatan 1 dan mendapatkan satu kursi di DPR.

Namun, Nazarudin meninggal sebelum menjabat sebagai anggota DPR. KPU memutuskan bahwa caleg asal PDIP, Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazarudin. Sebab, Riezky merupakan peraih suara tertinggi kedua setelah Nazarudin di Dapil Sumsel 1.

Keputusan KPU berbeda dengan PDIP yang menginginkan Harun sebagai pengganti Nazarudin. Padahal, suara Harun terpaut jauh di bawah Riezky Aprilia. Proses itu kemudian berujung rasuah yang menyeret mantan komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

KPK sendiri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses pergantian antarwaktu (PAW) di DPR RI. Empat tersangka tersebut yakni, Wahyu Setiawan (WSE), mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Kemudian, mantan calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Namun, saat ini KPK baru menahan Wahyu Setiawan, Saeful, dan Agustiani Tio Fridelina. Sedangkan Harun Masiku, saat ini masih diburu oleh KPK. KPK sudah mendaftarkan Harun Masiku ke Polri sebagai buronan.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun Wahyu baru akan menerima Rp600 Juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp600 juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp200 juta dari total Rp400 juta. Sisanya atau senilai Rp200 juta, diduga digunakan oleh pihak lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini