nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Sebut 77,3 Juta Hektare Lahan di Indonesia Tumpang Tindih

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 16:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 06 337 2164422 jokowi-sebut-77-3-juta-hektare-lahan-di-indonesia-tumpang-tindih-JSlDfTSEHN.jpg Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas tentang kebijakan satu peta di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Dalam rapat tersebut, Jokowi menyinggung adanya tumpang tindih lahan yang besarannya mencapai 77,3 juta hektare.

"Dari hasil identifikasi sinkronisasi masalah tumpang-tindih peta tematik terdapat sekitar 77,3 juta hektare atau 40,6 persen dari luas wilayah Indonesia yang masih tumpang tindih," kata Jokowi dalam rapat.

Baca juga: Tolak Lahannya Diserobot Perusahaan Tambang, Warga Konawe Ditangkap Polisi

"Ini menjadi PR kita dan tumpang tindih itu telah menimbulkan yang namanya sengketa lahan dan tidak memberikan kepastian hukum dalam kita berusaha di negara kita. Karena itu saya minta hal ini juga segera diselesaikan," sambungnya.

 warga

Warga Gondai, Langgam, Pelalawan, Riau bentrok dengan aparat saat menolak lahannya dieksekusi perusahaan sawit (Istimewa)

Kepala Negara meminta kementerian atau lembaga terkait beserta pemerintah daerah berkolaborasi untuk menyelesaikan tumpang tindih lahan tersebut. "Ini penting sekali baik itu di kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan," imbuhnya.

Jokowi telah menerima laporan bahwa tim percepatan kebijakan satu peta ini telah berhasil mengompilasi 84 peta tematik dari target sebanyak 85.

"Tinggal satu peta tematik terkait dengan peta batas administrasi, desa, atau kelurahan yang ditargetkan, kita ditargetkan selesai di Desember 2020," tuturnya.

Baca juga: Konflik Lahan, Suku Anak Dalam Jambi Siap Jalan Kaki Temui Jokowi

Jokowi mengatakan, bila peta nasional sudah rampung, maka akan memberi kemudahan atas permasalahan tumpang tindih informasi geospasial yang ada di berbagai daerah.

Baca juga: Eksekusi Lahan di Riau Ricuh, Warga Bentrok dengan Aparat

"Setelah kompilasi peta tematik selesai kita akan bisa lebih fokus mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah tumpang tindih antar informasi geospasial tematik yang terjadi di berbagai daerah," tutupnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini