Share

Polisi Buru Pengguna Jasa PSK yang Digerebek Andre Rosiade

Rus Akbar, Okezone · Kamis 06 Februari 2020 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 337 2164407 polisi-buru-pengguna-jasa-psk-yang-digerebek-andre-rosiade-6tqrFei8X7.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

PADANG - Penyidik Polda Sumatera Barat masih melakukan pemeriksaan terhadap NN (26) serta muncikari A (24), dan terus mengembangkan siapa pelaku yang menggunakan jasa NN dalam kamar 606 itu.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Satake Stefanus Budi Setianto mengatakan, dalam kasus ini pihaknya akan menyelidiki siapa pria pengguna jasa NN.

"Itu tergantung hasil penyelidikan. Bisa menjadi tersangka, saksi, dan sebagainya,” kata Stefanus di Mapolda Sumbar, Kamis (6/2/2020).

 Baca juga: Muncikari Tak Tahu Identitas Pemesan PSK yang Digerebek Andre Rosiade

Untuk saat ini, Polda Sumbar berencana meminta keterangan dua orang saksi ahli. Dua saksi ahli tersebut yaitu saksi ahli UU ITE dan saksi ahli agama.

"Karena ini bersifat online pakai sistem chatting dan UU yang diterapkan adalah UU ITE. Makanya kita perlu bantuan saksi ahli UU ITE," ujarnya.

 Baca juga: Duduk Perkara Kasus Prostitusi Online di Padang hingga Bantahan Andre Rosiade

Selain itu, Polda Sumbar juga berencana memanggil saksi ahli agama. "Tujuannya yang berkaitan dengan kesusilaan. Ini kan berkaitan dengan prostitusi," sambungnya.

Lebih lanjut, Stefanus mengatakan, bahwa kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan oleh Polda Sumbar. Selain NN selaku pekerja seks, pihak kepolisian juga menetapkan status tersangka kepada AS (24) sebagai muncikari. Kedua orang tersebut masih ditahan di Mapolda Sumbar.

Terungkapnya kasus prostitus online itu setelah Andre Rosiade, Ketua DPD Gerindra Sumbar melaporkan adanya prostitusi di Kota Padang. Andre dengan beberapa aparat hukum mendatangi kamar yang dijadikan transaksi pekerja seks.

Sementara itu, terkait permintaan LBH Padang, dan Women Crisis Centre (WCC), Nurani Perempuan agar NN diberikan penangguhan penahanan dengan alasan memiliki anak yang masih bayi, Stefanus mengatakan, bahwa itu bisa terjadi dengan adanya surat penangguhan dan melalui pertimbangan pimpinan Polda Sumbar.

"Kalau ada surat penangguhan penahanan itu nanti akan dipertimbangkan oleh pimpinan, terutama jika NN itu memiliki bayi," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini