nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sesmenpora Batal Bersaksi di Sidang Dugaan Suap Aspri Imam Nahrawi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 15:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 06 337 2164399 sesmenpora-batal-bersaksi-di-sidang-dugaan-suap-aspri-imam-nahrawi-RfrvyFircr.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewabroto batal bersaksi di persidangan Miftahul Ulum.

Miftahul Ulum merupakan Asisten Pribadi (Aspri) mantan Menpora, Imam Nahrawi yang didakwa menerima suap terkait pengajuan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kemenpora.

Gatot batal bersaksi karena Majelis Hakim yang memimpin persidangan Miftahul Ulum tidak mempunyai kecukupan waktu. Diketahui, Gatot merupakan saksi termin kedua yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk terdakwa Miftahul Ulum

Ketua Majelis Hakim, Ni Made Sudani memutuskan menunda pemeriksaan terhadap saksi Gatot Dewabroto pada hari ini. Gatot bakal digali kesaksiannya pada persidangan Miftahul Ulum berikutnya.

Baca Juga: KPK "Seret" Aspri Imam Nahrawi ke Meja Hijau

"(Pak Gatot) di sesi berikutnya. Setidaknya, minggu depan. Ya sekitar jam 14.00 WIB. Gitu ya pak. Silahkan untuk meninggalkan (ruang sidang)," kata Hakim Ni Made Sudani di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020).

Selain Gatot, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora, Chandra Bakti juga batal bersaksi pada persidangan hari ini. Gatot juga akan digali keterangannya untuk terdakwa Miftahul Ulum. Ia dijadwalkan ulang untuk bersaksi pada pekan depan.

Terpisah, Gatot menyatakan kesiapannya untuk dapat bersaksi dalam sidang tersebut. Namun, dia mengaku belum mendapat jadwal resmi terkait pemanggilan ulang itu.

"Mungkin minggu berikutnya," ujar Gatot, singkat seusai persidangan.

Sekadar informasi, Ulum didakwa menerima suap sebesar Rp11,5 miliar bersama Imam untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah KONI. Setidaknya, terdapat dua proposal kegiatan KONI yang menjadi sumber suap Ulum.

Pertama, terkait proposal bantuan dana hibah Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event 18th Asian Games 2018 dan 3rd Asian Para Games 2018.

Kedua, proposal terkait dukungan KONI pusat dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun Kegiatan 2018.

Selain itu, Ulum juga didakwa menerima gratifikasi bersama Imam Nahrawi berupa uang sebesar Rp8,6 miliar. Uang itu diterima Ulum saat Imam menjabat sebagai Menpora dalam rentang waktu 2014 hingga 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini